HAKIKAT

Para sufi menyebut diri mereka "ahl al-haqiqah." Penyebut ini mencerminkan obsesi mereka terhadap kebenaran yang hakiki. Karena itu, mudah dipahami kalau mereka menyebut Tuhan dengan al-Haqq, seperti tercermin dalam ungkapan al-Hallaj yang mengatakan "ana al-haqq" (aku adalah Tuhan). Obsesi terhadap hakikat (realitas absolut) ini tercermin dalam penafsiran mereka terhadap formula "la ilaha illa Allah," yang mereka pahami sebagai tidak ada realitas sejati kecuali Allah. Bagi mereka Tuhanlah satu-satunya yang hakiki dalam arti yang betul-betul ada, dalam arti keberadaan yang absolut, sedangkan yang lainnya keberadaannya tidaklah hakiki, tapi nisbi, dalam arti tergantung pada kemurahan Tuhan. Dialah yang Awal, Dialah yang Akhir, yang Lahir dan yang Batin, penyebab dari segala yang ada dan tujuan akhir, tempat mereka kembali. Ibarat matahari, Dialah yang memberikan cahaya kepada kegelapan dunia, dan telah menyebabkan terangnya objek-objek yang tersembun...