Postingan
Sedikit Orang Berilmu, Banyak yang Pandai Berceramah: Mengapa Menuntut Ilmu Lebih Utama?
Teks Materi Bahasa Arab Kelas 12 Bab 3 Tentang Belajar di Universitas
Kaidah Bahasa Arab Kelas 12 Bab 1: النعت والإضافة (Na'at dan Idhafah) – Penjelasan Lengkap dan Latihan
النَّعْتُ وَالإِضَافَةُ
Pada BAB 1 kita mempelajari dua susunan yang sangat penting dalam Bahasa Arab, yaitu النَّعْتُ (Na'at) dan الإِضَافَةُ (Idhafah).
Keduanya sama-sama dapat terdiri dari dua isim yang berurutan. Namun, hubungan antara kedua isim tersebut berbeda. Karena itu, siswa perlu memahami ciri masing-masing agar tidak tertukar ketika membaca maupun membuat kalimat Bahasa Arab.
📖 BAGIAN I — النَّعْتُ وَالْمَنْعُوتُ
1. Pengertian Na'at
النَّعْتُ adalah kata yang mengikuti isim sebelumnya untuk menerangkan sifat atau keadaan isim tersebut.
Isim yang diterangkan disebut:
Man'ut — kata yang disifati
Sedangkan kata sifat yang menerangkannya disebut:
Na'at — sifat yang menerangkan
2. Contoh Sederhana
Siswa yang baru
| Kata | Kedudukan | Keterangan |
|---|---|---|
| الطَّالِبُ | مَنْعُوتٌ | Yang diterangkan |
| الْجَدِيدُ | نَعْتٌ | Sifat / yang menerangkan |
📘 3. Na'at Harus Mengikuti Man'ut
Salah satu kunci utama memahami Na'at adalah: Na'at harus mengikuti Man'ut.
Dalam pembahasan dasar pada buku, kesesuaian tersebut dapat dilihat dalam empat hal utama:
| No. | Kesesuaian | Arab |
|---|---|---|
| 1 | I'rab | الإِعْرَابُ |
| 2 | Mudzakkar atau Muannats | التَّذْكِيرُ وَالتَّأْنِيثُ |
| 3 | Mufrad, Tatsniyah atau Jama' | الإِفْرَادُ وَالتَّثْنِيَةُ وَالْجَمْعُ |
| 4 | Ma'rifah atau Nakirah | التَّعْرِيفُ وَالتَّنْكِيرُ |
4. Kesesuaian Ma'rifah dan Nakirah
Jika Man'ut menggunakan ال, maka Na'at juga menggunakan ال.
Siswa yang baru
Keduanya sama-sama ma'rifah.
Sebaliknya, jika Man'ut nakirah, Na'at juga harus nakirah.
Seorang siswa baru
5. Kesesuaian Mudzakkar dan Muannats
Jika Man'ut mudzakkar, Na'at juga berbentuk mudzakkar.
Jika Man'ut muannats, Na'at juga menyesuaikan menjadi muannats.
6. Kesesuaian Jumlah
Na'at juga menyesuaikan Man'ut dalam bentuk mufrad, tatsniyah, dan jama'.
| Bentuk | Contoh | Arti |
|---|---|---|
| Mufrad | الطَّالِبُ الْجَدِيدُ | Siswa baru |
| Tatsniyah | الطَّالِبَانِ الْجَدِيدَانِ | Dua siswa baru |
| Jama' | الطُّلَّابُ الْجُدُدُ | Para siswa baru |
7. Kesesuaian I'rab
Jika Man'ut marfu', Na'at ikut marfu'. Jika Man'ut manshub, Na'at ikut manshub. Jika Man'ut majrur, Na'at juga ikut majrur.
| Keadaan | Contoh |
|---|---|
| Marfu' | جَاءَ الطَّالِبُ الْجَدِيدُ. |
| Manshub | رَأَيْتُ الطَّالِبَ الْجَدِيدَ. |
| Majrur | سَلَّمْتُ عَلَى الطَّالِبِ الْجَدِيدِ. |
الْجَدِيدُ : نَعْتٌ مَرْفُوعٌ.
Karena الطَّالِبُ marfu', maka الْجَدِيدُ sebagai Na'at juga marfu'.
📖 BAGIAN II — الإِضَافَةُ
8. Pengertian Idhafah
الإِضَافَةُ adalah susunan dua isim yang mempunyai hubungan antara satu dengan yang lainnya.
Dalam Bahasa Indonesia, susunan ini sering menghasilkan makna seperti: “milik”, “dari”, atau hubungan antara dua benda.
Susunan Idhafah terdiri dari:
9. Contoh Idhafah
Tas Muhammad
| Kata | Kedudukan | Makna |
|---|---|---|
| حَقِيبَةُ | مُضَافٌ | Tas |
| مُحَمَّدٍ | مُضَافٌ إِلَيْهِ | Muhammad |
10. Contoh Idhafah Berkaitan dengan Olahraga
Dalam materi BAB 1, tema yang digunakan adalah olahraga. Salah satu susunan Idhafah yang mudah ditemukan adalah:
Sepak bola / bola kaki
الْقَدَمِ ← مُضَافٌ إِلَيْهِ
🟣 11. Aturan Penting Idhafah
Untuk mengenali Idhafah dengan benar, perhatikan beberapa aturan berikut.
① Mudhaf ilaih selalu majrur.
② Mudhaf tidak menerima tanwin.
Bukan: كِتَابٌ الطَّالِبِ
③ Pada susunan Idhafah biasa, Mudhaf tidak menggunakan ال.
④ Kedudukan i'rab Mudhaf bergantung pada posisinya dalam kalimat.
Jadi, Mudhaf dapat menjadi marfu', manshub, ataupun majrur. Yang tetap majrur karena Idhafah adalah Mudhaf Ilaih.
12. Mudhaf Dapat Berubah I'rab
| Keadaan Mudhaf | Contoh |
|---|---|
| Marfu' | هَذَا كِتَابُ الطَّالِبِ. |
| Manshub | قَرَأْتُ كِتَابَ الطَّالِبِ. |
| Majrur | نَظَرْتُ إِلَى كِتَابِ الطَّالِبِ. |
Perhatikan bahwa bentuk Mudhaf berubah:
Sedangkan الطَّالِبِ tetap majrur karena berkedudukan sebagai مُضَافٌ إِلَيْهِ.
Salah satu hal penting dalam Idhafah adalah bahwa Mudhaf dapat menjadi ma'rifah karena Mudhaf Ilaih-nya ma'rifah.
Bandingkan:
كِتَابُ الطَّالِبِ
كِتَابُ مُحَمَّدٍ
كِتَابُ طَالِبٍ berarti “buku seorang siswa” dan masih bersifat umum.
Sedangkan كِتَابُ الطَّالِبِ berarti “buku siswa tersebut”, dan كِتَابُ مُحَمَّدٍ berarti “buku Muhammad”.
Jadi, kita tidak boleh hanya melihat adanya dua isim yang berdampingan. Kita harus memahami hubungan makna dan aturan gramatikalnya.
🔍 13. Cara Membedakan Na'at dan Idhafah
Bagian ini sangat penting karena Na'at dan Idhafah sama-sama sering terdiri dari dua isim yang berdampingan.
| Perbedaan | Na'at | Idhafah |
|---|---|---|
| Susunan | مَنْعُوتٌ + نَعْتٌ | مُضَافٌ + مُضَافٌ إِلَيْهِ |
| Fungsi kata kedua | Menjelaskan sifat kata pertama | Menunjukkan hubungan dengan kata pertama |
| I'rab kata kedua | Mengikuti Man'ut | Selalu majrur |
| Contoh | الطَّالِبُ الْجَدِيدُ | كِتَابُ الطَّالِبِ |
| Makna | Siswa yang baru | Buku milik siswa |
Jika kata kedua menjelaskan “bagaimana sifat kata pertama?”, biasanya itu adalah Na'at.
Rumah yang bagaimana? → Besar.
Jika kata kedua menjelaskan “milik siapa?”, “bagian dari apa?”, atau “berhubungan dengan apa?”, biasanya itu adalah Idhafah.
Pintu apa? → Pintu rumah.
مَنْعُوتٌ + نَعْتٌ
مُضَافٌ + مُضَافٌ إِلَيْهِ
📚 Belajar Bahasa Arab Bersama Almabrur
Ingin melanjutkan belajar Bahasa Arab dengan lebih praktis? Temukan berbagai produk dan media pembelajaran Bahasa Arab dari Almabrur Arabic Learning untuk menemani proses belajar di rumah maupun di madrasah.
Lihat koleksi produk pembelajaran Bahasa Arab Almabrur.
Lihat Produk Almabrur →📝 Latihan Kaidah BAB 1 — 15 Soal Pilihan Ganda
1. Na'at adalah kata yang berfungsi untuk ....
A. Menjelaskan sifat Man'ut
B. Menunjukkan pekerjaan
C. Menunjukkan waktu
D. Menunjukkan pelaku
2. Kata yang diterangkan oleh Na'at disebut ....
A. فَاعِلٌ
B. مَفْعُولٌ
C. مَنْعُوتٌ
D. مُضَافٌ إِلَيْهِ
3. Tentukan Na'at dalam susunan berikut:
A. الطَّالِبُ
B. الْجَدِيدُ
C. الطَّالِبُ الْجَدِيدُ
D. Tidak ada
4. Bentuk yang benar adalah ....
A. طَالِبٌ جَدِيدٌ
B. طَالِبٌ الْجَدِيدُ
C. الطَّالِبُ جَدِيدٌ
D. طَالِبٌ جَدِيدَةٌ
5. Bentuk Na'at untuk طَالِبَةٌ yang tepat adalah ....
A. جَدِيدٌ
B. جَدِيدَةٌ
C. الْجَدِيدُ
D. جَدِيدَانِ
6. Pada kalimat جَاءَ الطَّالِبُ الْجَدِيدُ, الْجَدِيدُ berstatus ....
A. Manshub
B. Majrur
C. Marfu'
D. Majzum
7. Susunan Idhafah terdiri dari ....
A. فِعْلٌ + فَاعِلٌ
B. مُبْتَدَأٌ + خَبَرٌ
C. مُضَافٌ + مُضَافٌ إِلَيْهِ
D. مَنْعُوتٌ + فِعْلٌ
8. Tentukan Mudhaf Ilaih:
A. حَقِيبَةُ
B. مُحَمَّدٍ
C. حَقِيبَةُ مُحَمَّدٍ
D. Tidak ada
9. Mudhaf Ilaih selalu dalam keadaan ....
A. Marfu'
B. Manshub
C. Majrur
D. Majzum
10. Manakah yang merupakan susunan Idhafah?
A. بَيْتٌ كَبِيرٌ
B. الطَّالِبُ الْجَدِيدُ
C. كِتَابُ الطَّالِبِ
D. طَالِبَةٌ جَدِيدَةٌ
11. كُرَةُ الْقَدَمِ merupakan contoh ....
A. Na'at
B. Idhafah
C. Fi'il dan Fa'il
D. Mubtada dan Khabar
12. Dalam كُرَةُ الْقَدَمِ, kata كُرَةُ berkedudukan sebagai ....
A. نَعْتٌ
B. مَنْعُوتٌ
C. مُضَافٌ
D. مُضَافٌ إِلَيْهِ
13. Manakah susunan Na'at yang benar?
A. البِنْتُ الْجَمِيلُ
B. البِنْتُ الْجَمِيلَةُ
C. بِنْتٌ الْجَمِيلَةُ
D. البِنْتِ الْجَمِيلَةُ
14. Manakah pernyataan yang benar?
A. Na'at tidak perlu mengikuti Man'ut.
B. Mudhaf Ilaih selalu marfu'.
C. Na'at mengikuti Man'ut dalam beberapa keadaan gramatikal.
D. Mudhaf selalu majrur.
15. Perbedaan utama antara بَيْتٌ كَبِيرٌ dan بَابُ الْبَيْتِ adalah ....
A. Keduanya Idhafah.
B. Keduanya Na'at.
C. Yang pertama Na'at, yang kedua Idhafah.
D. Yang pertama Idhafah, yang kedua Na'at.
🔑 Tampilkan Kunci Jawaban
1. A |
2. C |
3. B |
4. A |
5. B
6. C |
7. C |
8. B |
9. C |
10. C
11. B |
12. C |
13. B |
14. C |
15. C
1. النَّعْتُ
الطَّالِبُ الْجَدِيدُ
Na'at mengikuti Man'ut dalam i'rab, jenis, jumlah, dan ma'rifah–nakirah.
2. الإِضَافَةُ
حَقِيبَةُ مُحَمَّدٍ
كُرَةُ الْقَدَمِ
Mudhaf menyesuaikan i'rab dengan kedudukannya dalam kalimat, sedangkan Mudhaf Ilaih selalu majrur.
Idhafah = hubungan antara dua isim
Kaidah Bahasa Arab MA Kelas XII — Fikri Almabrur
Kaidah Bahasa Arab Kelas 12 Bab 2: Fi'il Mabni lil Ma'lum dan Mabni lil Majhul – Penjelasan, Contoh dan Latihan
الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ وَالفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ
Dalam Bahasa Arab, sebuah kalimat dapat menyebutkan dengan jelas siapa yang melakukan pekerjaan, tetapi dapat pula tidak menyebutkan pelakunya.
Dari sinilah kita mengenal dua bentuk penting dalam kaidah Bahasa Arab:
وَ
الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ
Dalam Bahasa Indonesia, pembahasan ini kurang lebih dapat dipahami melalui perbedaan antara kalimat aktif dan kalimat pasif.
📖 1. الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ
Pengertian Mabni lil Ma'lum
الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ adalah kata kerja yang pelakunya diketahui dan disebutkan dalam susunan kalimat.
Pelaku pekerjaan tersebut dalam ilmu nahwu disebut فَاعِلٌ (fa'il).
Perhatikan contoh berikut:
Siswa itu menulis surat.
Pada kalimat tersebut kita mengetahui siapa yang menulis. Pelakunya adalah:
Karena pelakunya disebutkan, kata kerja كَتَبَ merupakan fi'il mabni lil ma'lum.
الطَّالِبُ : فَاعِلٌ مَرْفُوعٌ
الرِّسَالَةَ : مَفْعُولٌ بِهِ مَنْصُوبٌ
2. Struktur Kalimat Aktif
Contoh lain:
فَتَحَ عَلِيٌّ البَابَ.
حَفِظَ زَيْدٌ القُرْآنَ.
Artinya: Ahmad membaca buku, Ali membuka pintu, dan Zaid menghafal Al-Qur'an.
📘 3. الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ
Pengertian Mabni lil Majhul
الفِعْلُ الْمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ adalah bentuk kata kerja yang fa'il atau pelakunya tidak disebutkan.
Ketika kalimat aktif diubah menjadi bentuk majhul, fa'il dihilangkan. Kemudian maf'ul bih menggantikan posisi fa'il dan disebut:
Na'ibul Fa'il — Pengganti Fa'il
4. Dari Ma'lum Menjadi Majhul
| Ma'lum | Majhul |
|---|---|
| كَتَبَ الطَّالِبُ الرِّسَالَةَ. | كُتِبَتِ الرِّسَالَةُ. |
| Siswa menulis surat. | Surat itu ditulis. |
Perhatikan perubahan tersebut.
الرِّسَالَةَ ← الرِّسَالَةُ
الطَّالِبُ sebagai fa'il dihapus. Sementara الرِّسَالَةَ yang sebelumnya maf'ul bih berubah menjadi الرِّسَالَةُ dan berkedudukan sebagai نَائِبُ الْفَاعِلِ.
🟣 5. Apa Itu نَائِبُ الْفَاعِلِ?
نَائِبُ الْفَاعِلِ secara sederhana berarti kata yang menggantikan kedudukan fa'il setelah fa'il dihapus dari kalimat pasif.
Salah satu aturan terpenting yang harus diingat adalah:
Na'ibul fa'il hukumnya marfu'.
Contoh:
الرِّسَالَةُ : نَائِبُ فَاعِلٍ مَرْفُوعٌ
🟠 6. Cara Membentuk Fi'il Madhi Majhul
Pada fi'il madhi, pola dasar pembentukan majhul adalah:
Artinya: huruf pertama didhammahkan dan huruf sebelum huruf terakhir dikasrahkan.
| Ma'lum | Majhul | Arti Majhul |
|---|---|---|
| كَتَبَ | كُتِبَ | Telah ditulis |
| فَتَحَ | فُتِحَ | Telah dibuka |
| قَرَأَ | قُرِئَ | Telah dibaca |
| حَفِظَ | حُفِظَ | Telah dihafal |
🟢 7. Cara Membentuk Fi'il Mudhari' Majhul
Untuk fi'il mudhari', pola dasar yang perlu diingat adalah:
Artinya: huruf pertama didhammahkan dan huruf sebelum huruf terakhir difathahkan.
| Ma'lum | Majhul | Arti Majhul |
|---|---|---|
| يَكْتُبُ | يُكْتَبُ | Ditulis |
| يَفْتَحُ | يُفْتَحُ | Dibuka |
| يَقْرَأُ | يُقْرَأُ | Dibaca |
| يَحْفَظُ | يُحْفَظُ | Dihafal |
8. Langkah Mengubah Kalimat Ma'lum Menjadi Majhul
Untuk tingkat dasar, perubahan dapat dipahami melalui tiga langkah berikut.
Langkah 1: Ubah bentuk fi'il ma'lum menjadi fi'il majhul.
Langkah 2: Hapus fa'il atau pelaku dari kalimat.
Langkah 3: Maf'ul bih mengambil kedudukan fa'il dan menjadi نَائِبُ الْفَاعِلِ, sehingga hukumnya menjadi marfu'.
9. Contoh Proses Perubahan
↓
كُتِبَ الدَّرْسُ.
Perubahannya:
| Unsur | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
| Fi'il | كَتَبَ | كُتِبَ |
| Fa'il | الطَّالِبُ | Dihapus |
| Maf'ul bih | الدَّرْسَ | الدَّرْسُ |
| Kedudukan baru | مَفْعُولٌ بِهِ | نَائِبُ فَاعِلٍ |
Contoh-contoh di atas menggunakan fi'il shahih yang perubahannya relatif mudah. Dalam Bahasa Arab terdapat pula fi'il mu'tal seperti قَالَ، بَاعَ yang bentuk majhulnya mengalami perubahan lebih khusus.
Contoh:
بَاعَ ← بِيعَ
Karena itu, rumus فَعَلَ ← فُعِلَ sangat baik digunakan untuk memahami pola dasar, tetapi penerapannya pada fi'il mu'tal perlu memperhatikan kaidah sharaf dan perubahan huruf 'illat.
Perlu diperhatikan pula bahwa istilah مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ tidak selalu berarti bahwa pelaku benar-benar “tidak diketahui”.
Dalam analisis nahwu, yang paling penting adalah pelaku tidak disebutkan di dalam susunan kalimat. Pelaku mungkin saja sebenarnya telah diketahui dari konteks.
فَعَلَ ← فُعِلَ
المُضَارِعُ:
يَفْعَلُ ← يُفْعَلُ
فِعْلٌ + فَاعِلٌ + مَفْعُولٌ بِهِ
المَجْهُولُ:
فِعْلٌ مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ + نَائِبُ فَاعِلٍ
Jika pelaku disebutkan: مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُومِ.
Jika pelaku dihapus dan objek menggantikan kedudukannya: مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ.
↓
كُتِبَ الدَّرْسُ
📚 Belajar Bahasa Arab Bersama Almabrur
Ingin memahami nahwu, sharaf, dan Bahasa Arab dengan lebih mudah? Temukan berbagai media pembelajaran dari Almabrur Arabic Learning untuk menemani belajar di rumah maupun di madrasah.
📝 Latihan Kaidah BAB 2 — 15 Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat berdasarkan kaidah المَبْنِيُّ لِلْمَعْلُومِ وَالمَبْنِيُّ لِلْمَجْهُولِ.
1. Fi'il mabni lil ma'lum adalah fi'il yang ....
A. fa'ilnya disebutkan
B. fa'ilnya selalu dihapus
C. tidak mempunyai pekerjaan
D. selalu berbentuk perintah
2. Fi'il mabni lil majhul adalah bentuk fi'il yang ....
A. fa'ilnya harus disebutkan
B. fa'ilnya tidak disebutkan
C. tidak mempunyai na'ibul fa'il
D. selalu berupa isim
3. Perhatikan kalimat:
Fa'il dalam kalimat tersebut adalah ....
A. كَتَبَ
B. أَحْمَدُ
C. الرِّسَالَةَ
D. كَتَبَ أَحْمَدُ
4. Maf'ul bih pada kalimat كَتَبَ أَحْمَدُ الرِّسَالَةَ adalah ....
A. كَتَبَ
B. أَحْمَدُ
C. الرِّسَالَةَ
D. أَحْمَدُ الرِّسَالَةَ
5. Bentuk majhul dari كَتَبَ adalah ....
A. كَاتِبٌ
B. كُتِبَ
C. يَكْتُبُ
D. اُكْتُبْ
6. Bentuk majhul dari فَتَحَ adalah ....
A. فَاتِحٌ
B. فُتِحَ
C. يَفْتَحُ
D. مَفْتُوحٌ
7. Bentuk majhul dari يَكْتُبُ adalah ....
A. يُكْتَبُ
B. يَكْتَبُ
C. كُتِبَ
D. كَاتِبٌ
8. Bentuk majhul dari يَفْتَحُ adalah ....
A. يَفْتُحُ
B. يُفْتِحُ
C. يُفْتَحُ
D. فُتِحَ
9. Ketika kalimat ma'lum diubah menjadi majhul, fa'il ....
A. menjadi manshub
B. dihapus
C. menjadi majrur
D. tetap harus disebutkan
10. Maf'ul bih yang menggantikan kedudukan fa'il disebut ....
A. المُبْتَدَأُ
B. الخَبَرُ
C. نَائِبُ الفَاعِلِ
D. المُضَافُ إِلَيْهِ
11. Hukum i'rab na'ibul fa'il adalah ....
A. manshub
B. majrur
C. majzum
D. marfu'
12. Ubahlah menjadi majhul:
A. حُفِظَ القُرْآنُ.
B. حَفِظَ القُرْآنَ.
C. حُفِظَ زَيْدٌ القُرْآنَ.
D. يَحْفَظُ القُرْآنُ.
13. Ubahlah menjadi majhul:
A. يَقْرَأُ الكِتَابُ.
B. يُقْرَأُ الكِتَابُ.
C. قُرِئَ الكِتَابُ.
D. يُقْرِئُ الكِتَابَ.
14. Pada kalimat كُتِبَ الدَّرْسُ, kata الدَّرْسُ berkedudukan sebagai ....
A. فَاعِلٌ
B. مَفْعُولٌ بِهِ
C. نَائِبُ فَاعِلٍ
D. مُضَافٌ إِلَيْهِ
15. Pasangan perubahan yang benar adalah ....
A. كَتَبَ ← كُتِبَ
B. كَتَبَ ← يَكْتُبُ
C. يَكْتُبُ ← كُتِبَ
D. فَتَحَ ← يَفْتَحُ
🔑 Tampilkan Kunci Jawaban
1. A |
2. B |
3. B |
4. C |
5. B
6. B |
7. A |
8. C |
9. B |
10. C
11. D |
12. A |
13. B |
14. C |
15. A
مَبْنِيٌّ لِلْمَعْلُومِ: pelakunya disebutkan dalam kalimat.
مَبْنِيٌّ لِلْمَجْهُولِ: fa'il tidak disebutkan dan maf'ul bih dapat menggantikan kedudukannya menjadi نَائِبُ الفَاعِلِ.
يَفْعَلُ ← يُفْعَلُ
نَائِبُ الفَاعِلِ مَرْفُوعٌ
Kaidah Bahasa Arab MA Kelas XII — Fikri Almabrur
Kaidah Bahasa Arab Kelas 12 Bab 3: اِسْمُ التَّفْضِيلِ (Isim Tafdhil) – Penjelasan, Contoh dan Latihan
اِسْمُ التَّفْضِيلِ
Dalam Bahasa Arab, ketika kita ingin mengatakan “lebih baik”, “lebih besar”, “lebih indah”, “lebih banyak”, atau membandingkan dua hal, kita dapat menggunakan kaidah yang disebut اِسْمُ التَّفْضِيلِ (Isim Tafdhil).
Materi ini sangat penting karena sering digunakan dalam percakapan maupun tulisan untuk membandingkan dua orang, dua benda, atau dua keadaan.
📖 1. Pengertian اِسْمُ التَّفْضِيلِ
Secara sederhana, Isim Tafdhil adalah kata bentukan yang digunakan untuk menunjukkan bahwa dua hal mempunyai sifat yang sama, tetapi salah satunya memiliki sifat tersebut dengan kadar yang lebih tinggi.
Misalnya:
Ali lebih tinggi daripada Hasan.
Ali dan Hasan sama-sama mempunyai sifat tinggi. Akan tetapi, tingkat ketinggian Ali lebih daripada Hasan. Karena itu digunakan أَطْوَلُ yang berarti lebih tinggi/panjang.
2. Unsur dalam Perbandingan
Untuk memahami Isim Tafdhil, perhatikan tiga unsur berikut:
| Istilah | Pengertian | Contoh |
|---|---|---|
| المُفَضَّلُ | Sesuatu yang dianggap lebih | عَلِيٌّ |
| اِسْمُ التَّفْضِيلِ | Kata yang menunjukkan kelebihan | أَطْوَلُ |
| المُفَضَّلُ عَلَيْهِ | Sesuatu yang menjadi pembanding | حَسَنٌ |
📘 3. Wazan Isim Tafdhil
Bentuk yang paling penting untuk diingat adalah:
4. Contoh Pembentukan Isim Tafdhil
| Fi'il / Sifat | Isim Tafdhil | Arti |
|---|---|---|
| كَبُرَ | أَكْبَرُ | Lebih besar / terbesar |
| صَغُرَ | أَصْغَرُ | Lebih kecil / terkecil |
| حَسُنَ | أَحْسَنُ | Lebih baik / lebih bagus |
| كَرُمَ | أَكْرَمُ | Lebih mulia |
| كَثُرَ | أَكْثَرُ | Lebih banyak |
🟠 5. Isim Tafdhil + مِنْ
Salah satu bentuk yang paling mudah dikenali adalah Isim Tafdhil yang diikuti مِنْ.
Contoh:
Syair pujian lebih utama/lebih baik daripada syair ratapan.
Kata أَفْضَلُ adalah Isim Tafdhil, sedangkan sesuatu yang menjadi pembanding diletakkan setelah مِنْ.
Buku ini lebih besar daripada buku itu.
🟣 6. Isim Tafdhil dalam Susunan Idhafah
Isim Tafdhil juga dapat langsung diikuti isim sebagai mudhaf ilaih.
Contoh yang sesuai dengan tema dalam buku:
Syair pujian adalah syair yang paling utama di dunia.
Di sini tidak digunakan مِنْ. Kata أَفْضَلُ menjadi mudhaf, sedangkan شِعْرٍ menjadi mudhaf ilaih.
7. Isim Tafdhil dengan ال
Isim Tafdhil juga dapat menggunakan ال. Dalam keadaan ini, bentuknya dapat menyesuaikan kata yang diterangkan.
Contoh:
فَاطِمَةُ الفُضْلَى خُلُقًا.
Perhatikan bentuk mudzakkar الأَفْضَلُ dan bentuk muannats الفُضْلَى.
8. Perhatikan Perbedaan Makna
| Kalimat | Makna |
|---|---|
| عَلِيٌّ أَطْوَلُ مِنْ حَسَنٍ. | Ali lebih tinggi daripada Hasan. |
| عَلِيٌّ أَطْوَلُ طَالِبٍ فِي الفَصْلِ. | Ali adalah siswa yang paling tinggi di kelas. |
Dalam terjemahan Bahasa Indonesia, Isim Tafdhil dapat bermakna “lebih ...” ketika membandingkan dua hal, atau “paling/ter- ...” ketika menunjukkan kelebihan terhadap suatu kelompok. Makna tepatnya ditentukan oleh susunan kalimat.
📚 9. Syarat Membentuk Isim Tafdhil
Tidak semua fi'il dapat langsung diubah ke pola أَفْعَلُ. Dalam kaidah nahwu-sharaf terdapat beberapa syarat.
- Fi'ilnya harus ثُلَاثِيًّا — terdiri dari tiga huruf asal.
- Fi'ilnya مُتَصَرِّفٌ — dapat mengalami perubahan bentuk (bukan fi'il jamid).
- Fi'ilnya مَعْلُومٌ — berbentuk aktif, bukan mabni lil-majhul.
- Maknanya تَامٌّ — fi'il yang sempurna.
- Fi'il tersebut berbentuk مُثْبَتٌ — bukan bentuk negatif.
- Sifatnya memungkinkan untuk dibandingkan atau memiliki tingkatan.
- Tidak menunjukkan warna, cacat, atau keadaan fisik tertentu yang pola sifatnya menggunakan أَفْعَلُ / فَعْلَاءُ.
Jika suatu kata kerja tidak memenuhi syarat untuk langsung dibentuk menjadi Isim Tafdhil, biasanya digunakan kata bantu seperti:
kemudian diikuti masdar dari kata kerja yang ingin dibandingkan.
Contoh:
Pola seperti ini membantu menyatakan tingkat kelebihan ketika kata yang dimaksud tidak dibentuk langsung menjadi أَفْعَلُ.
فُعْلَى ← لِلْمُؤَنَّثِ
أحسن من = lebih baik daripada
أفضل من = lebih utama daripada
📚 Belajar Bahasa Arab Bersama Almabrur
Ingin belajar kaidah Bahasa Arab dengan lebih mudah? Temukan berbagai media pembelajaran Bahasa Arab dari Almabrur Arabic Learning untuk menemani belajar di rumah maupun di madrasah.
📝 Latihan Kaidah BAB 3 — 15 Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat berdasarkan kaidah اِسْمُ التَّفْضِيلِ.
1. Apa fungsi utama اِسْمُ التَّفْضِيلِ?
A. Menunjukkan waktu lampau
B. Membandingkan tingkat suatu sifat
C. Menunjukkan perintah
D. Menunjukkan tempat
2. Wazan dasar Isim Tafdhil untuk mudzakkar adalah ....
A. فَاعِلٌ
B. مَفْعُولٌ
C. أَفْعَلُ
D. فَعَّالٌ
3. Bentuk muannats dari أَفْعَلُ pada pola Isim Tafdhil adalah ....
A. فَاعِلَةٌ
B. فُعْلَى
C. مَفْعُولَةٌ
D. فَعَّالَةٌ
4. Isim Tafdhil dari كَبُرَ adalah ....
A. كَبِيْرٌ
B. أَكْبَرُ
C. كَابِرٌ
D. مَكْبُورٌ
5. Isim Tafdhil dari حَسُنَ adalah ....
A. حَسَنٌ
B. حَسِيْنٌ
C. أَحْسَنُ
D. مُحْسِنٌ
6. Lengkapilah kalimat berikut:
A. طَوِيْلٌ
B. أَطْوَلُ
C. طُوْلٌ
D. طَالَ
7. Arti kalimat berikut adalah ....
A. Buku ini sama besar dengan buku itu.
B. Buku itu lebih besar daripada buku ini.
C. Buku ini lebih besar daripada buku itu.
D. Buku ini sangat kecil.
8. Dalam kalimat أَحْمَدُ أَكْبَرُ مِنْ عَلِيٍّ, kata Isim Tafdhil adalah ....
A. أَحْمَدُ
B. أَكْبَرُ
C. مِنْ
D. عَلِيٍّ
9. Kata setelah مِنْ dalam kalimat perbandingan berfungsi sebagai ....
A. Isim Tafdhil
B. Pembanding (المُفَضَّلُ عَلَيْهِ)
C. Fi'il madhi
D. Fa'il
10. Pilih kalimat yang benar.
A. عَلِيٌّ أَطْوَلُ مِنْ حَسَنٍ.
B. عَلِيٌّ طَوِيْلُ مِنْ حَسَنٍ.
C. عَلِيٌّ أَطْوَلَ مِنْ حَسَنٍ.
D. عَلِيٌّ أَطْوَلٌ حَسَنٍ.
11. أَكْثَرُ berarti ....
A. Lebih sedikit
B. Lebih banyak
C. Lebih kecil
D. Lebih pendek
12. Bentuk Isim Tafdhil yang tepat untuk “lebih kecil” adalah ....
A. صَغِيْرٌ
B. أَصْغَرُ
C. صَغُرَ
D. صَغِيْرَةٌ
13. Perhatikan kalimat berikut:
Kata أَفْضَلُ berarti ....
A. Paling sedikit
B. Lebih utama / lebih baik
C. Lebih panjang
D. Lebih pendek
14. Manakah yang merupakan pasangan mudzakkar dan muannats Isim Tafdhil?
A. أَفْضَلُ – فُضْلَى
B. فَاضِلٌ – فَاضِلَةٌ
C. أَفْضَلُ – فَاضِلَةٌ
D. فَضْلٌ – فُضُولٌ
15. Kalimat yang bermakna “Muhammad lebih rajin daripada Ali” adalah ....
A. مُحَمَّدٌ نَشِيْطٌ عَلِيٌّ.
B. مُحَمَّدٌ أَكْثَرُ نَشَاطًا مِنْ عَلِيٍّ.
C. مُحَمَّدٌ نَشَاطٌ مِنْ عَلِيٍّ.
D. مُحَمَّدٌ يَنْشَطُ عَلِيٌّ.
🔑 Tampilkan Kunci Jawaban
1. B |
2. C |
3. B |
4. B |
5. C
6. B |
7. C |
8. B |
9. B |
10. A
11. B |
12. B |
13. B |
14. A |
15. B
اِسْمُ التَّفْضِيلِ digunakan untuk menunjukkan bahwa dua hal memiliki suatu sifat yang sama, tetapi salah satunya lebih dalam sifat tersebut.
فُعْلَى ← لِلْمُؤَنَّثِ
صَغُرَ ← أَصْغَرُ
حَسُنَ ← أَحْسَنُ
كَرُمَ ← أَكْرَمُ
كَثُرَ ← أَكْثَرُ
Ali lebih tinggi daripada Hasan.
Kaidah Bahasa Arab MA Kelas XII — Fikri Almabrur
Kaidah Bahasa Arab Kelas 12 Bab 4: الأسماء الخمسة والأفعال الخمسة – Penjelasan Lengkap dan Latihan
الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ وَالأَفْعَالُ الخَمْسَةُ
Pada kaidah Bahasa Arab Kelas XII Bab 4 kita mempelajari dua pembahasan penting dalam ilmu nahwu, yaitu الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ (Al-Asmā' Al-Khamsah) dan الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ (Al-Af'āl Al-Khamsah).
Kedua materi ini sama-sama berkaitan dengan i'rab, yaitu perubahan keadaan akhir kata karena kedudukannya dalam sebuah kalimat.
📖 BAGIAN I — الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ
1. Pengertian Al-Asmā' Al-Khamsah
الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ secara bahasa berarti lima isim atau lima kata benda tertentu yang mempunyai cara i'rab khusus.
Lima isim tersebut adalah:
| Kata | Arti |
|---|---|
| أَبٌ | Ayah |
| أَخٌ | Saudara laki-laki |
| حَمٌ | Kerabat karena pernikahan / mertua |
| فُو | Mulut |
| ذُو | Pemilik / yang mempunyai |
2. Bagaimana I'rab Al-Asmā' Al-Khamsah?
Berbeda dengan isim biasa yang pada umumnya menggunakan dhammah, fathah, dan kasrah sebagai tanda i'rab asli, Al-Asmā' Al-Khamsah dalam kondisi yang memenuhi syarat menggunakan huruf sebagai tanda i'rab.
| Keadaan | Tanda | Contoh |
|---|---|---|
| Rafa' / مرفوع | Wawu (و) | أَبُوكَ |
| Nashab / منصوب | Alif (ا) | أَبَاكَ |
| Jar / مجرور | Ya' (ي) | أَبِيكَ |
النَّصْبُ بِالْأَلِفِ
الجَرُّ بِالْيَاءِ
3. Contoh dan Analisis
A. Keadaan Rafa'
Ayahmu telah datang.
Kata أَبُوكَ berkedudukan sebagai fa'il (subjek/pelaku), sehingga hukumnya marfu'. Karena termasuk Al-Asmā' Al-Khamsah, tanda rafa'-nya bukan dhammah, tetapi wawu.
B. Keadaan Nashab
Saya melihat ayahmu.
Kata أَبَاكَ menjadi maf'ul bih (objek). Karena itu hukumnya manshub. Tanda nashab Al-Asmā' Al-Khamsah adalah alif.
C. Keadaan Jar
Saya mengucapkan salam kepada ayahmu.
Kata أَبِيكَ didahului huruf jar عَلَى, sehingga menjadi majrur. Tanda jar-nya adalah ya'.
Agar lima isim tersebut di-i'rab dengan wawu, alif, dan ya', ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan.
Di antaranya, isim tersebut digunakan dalam bentuk mufrad (tunggal), bukan bentuk tatsniyah atau jama', dan menjadi mudhaf.
Mudhaf ilaih-nya juga bukan ياء المتكلم (ya' yang berarti “-ku”).
Contoh:
رَأَيْتُ أَبَا مُحَمَّدٍ.
مَرَرْتُ بِأَبِي مُحَمَّدٍ.
Perhatikan perubahan أَبُو → أَبَا → أَبِي sesuai kedudukannya dalam kalimat.
📖 BAGIAN II — الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ
4. Pengertian Al-Af'āl Al-Khamsah
الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ berarti lima bentuk fi'il. Istilah ini bukan berarti hanya ada lima kata kerja dalam Bahasa Arab.
Yang dimaksud adalah setiap fi'il mudhari' yang bersambung dengan salah satu dari:
Artinya, fi'il mudhari' tersebut bersambung dengan alif tatsniyah, wawu jama'ah, atau ya' mukhathabah.
5. Lima Pola Al-Af'āl Al-Khamsah
| Pola | Contoh | Subjek |
|---|---|---|
| يَفْعَلَانِ | يَكْتُبَانِ | Mereka berdua (laki-laki) |
| تَفْعَلَانِ | تَكْتُبَانِ | Kalian berdua / mereka berdua perempuan |
| يَفْعَلُونَ | يَكْتُبُونَ | Mereka laki-laki |
| تَفْعَلُونَ | تَكْتُبُونَ | Kalian laki-laki |
| تَفْعَلِينَ | تَكْتُبِينَ | Kamu perempuan |
6. I'rab Al-Af'āl Al-Khamsah
Bagian terpenting dari Al-Af'āl Al-Khamsah adalah mengetahui apa yang terjadi pada huruf nun (ن) di akhirnya.
النَّصْبُ بِحَذْفِ النُّونِ
الجَزْمُ بِحَذْفِ النُّونِ
Jadi, ketika Al-Af'āl Al-Khamsah dalam keadaan marfu', huruf nun tetap ada. Sedangkan ketika manshub atau majzum, huruf nun dihapus.
A. Marfu' — Nun Tetap
Para siswa sedang menulis pelajaran.
Kata يَكْتُبُونَ merupakan Al-Af'āl Al-Khamsah. Dalam keadaan marfu', huruf nun tetap ada: يكتبونَ.
B. Manshub — Nun Dihapus
Para siswa ingin menulis pelajaran.
Setelah masuk أَنْ, fi'il menjadi manshub. Karena termasuk Al-Af'āl Al-Khamsah, tanda nashabnya adalah حذف النون atau membuang huruf nun.
C. Majzum — Nun Dihapus
Mereka tidak/belum menulis pelajaran.
Kata يَكْتُبُوا menjadi majzum karena didahului لَمْ. Tanda jazm Al-Af'āl Al-Khamsah juga berupa penghapusan nun.
7. Tabel Perubahan yang Harus Diingat
| Marfu' | Manshub | Majzum |
|---|---|---|
| يَكْتُبَانِ | أَنْ يَكْتُبَا | لَمْ يَكْتُبَا |
| يَكْتُبُونَ | أَنْ يَكْتُبُوا | لَمْ يَكْتُبُوا |
| تَكْتُبِينَ | أَنْ تَكْتُبِي | لَمْ تَكْتُبِي |
Untuk الأسماء الخمسة, ingat tiga huruf:
Rafa' = و | Nashab = ا | Jar = ي
Untuk الأفعال الخمسة, cukup perhatikan huruf ن:
MANSHUB → ن HILANG
MAJZUM → ن HILANG
📚 Belajar Bahasa Arab Bersama Almabrur
Temukan media dan produk pembelajaran Bahasa Arab dari Almabrur Arabic Learning untuk membantu belajar kosakata, percakapan, dan kaidah Bahasa Arab.
📝 Latihan Kaidah BAB 4 — 15 Soal Pilihan Ganda
1. Yang termasuk الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ adalah ....
A. أَبٌ، أَخٌ، حَمٌ، فُو، ذُو
B. أَبٌ، أُمٌّ، أَخٌ، أُخْتٌ، بِنْتٌ
C. كِتَابٌ، قَلَمٌ، بَيْتٌ، بَابٌ، فَصْلٌ
D. هُوَ، هِيَ، أَنْتَ، أَنَا، نَحْنُ
2. Tanda rafa' Al-Asmā' Al-Khamsah adalah ....
A. Alif B. Ya' C. Wawu D. Nun
3. Tanda nashab Al-Asmā' Al-Khamsah adalah ....
A. Wawu B. Alif C. Ya' D. Sukun
4. Tanda jar Al-Asmā' Al-Khamsah adalah ....
A. Ya' B. Wawu C. Alif D. Nun
5. Lengkapilah kalimat berikut:
A. أَبَاكَ
B. أَبِيكَ
C. أَبُوكَ
D. أَبَاكِ
6. Lengkapilah:
A. أَخُوكَ
B. أَخَاكَ
C. أَخِيكَ
D. أَخُونَ
7. Lengkapilah:
A. أَبُوكَ
B. أَبَاكَ
C. أَبِيكَ
D. أَبُونَ
8. Arti ذُو dalam Al-Asmā' Al-Khamsah adalah ....
A. Ayah
B. Mulut
C. Saudara
D. Pemilik / mempunyai
9. Yang termasuk pola الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ adalah ....
A. يَفْعَلُ
B. فَعَلَ
C. يَفْعَلُونَ
D. اِفْعَلْ
10. Bentuk untuk “kalian laki-laki melakukan” adalah ....
A. يَفْعَلُونَ
B. تَفْعَلُونَ
C. تَفْعَلِينَ
D. يَفْعَلَانِ
11. Bentuk untuk “kamu perempuan melakukan” adalah ....
A. تَفْعَلِينَ
B. تَفْعَلُونَ
C. يَفْعَلُونَ
D. يَفْعَلَانِ
12. Tanda rafa' الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ adalah ....
A. حذف النون
B. ثبوت النون
C. الفتحة
D. الكسرة
13. Bentuk yang benar setelah أَنْ adalah ....
A. أَنْ يَكْتُبُونَ
B. أَنْ يَكْتُبُوا
C. أَنْ يَكْتُبُ
D. أَنْ كَتَبُوا
14. Bentuk yang benar setelah لَمْ adalah ....
A. لَمْ يَدْرُسُونَ
B. لَمْ يَدْرُسُوا
C. لَمْ يَدْرُسُ
D. لَمْ دَرَسُوا
15. Perubahan yang benar adalah ....
A. يَكْتُبُونَ ← أَنْ يَكْتُبُونَ
B. يَكْتُبُونَ ← أَنْ يَكْتُبُوا
C. يَكْتُبُونَ ← لَمْ يَكْتُبُونَ
D. يَكْتُبُونَ ← أَنْ يَكْتُبُ
🔑 Tampilkan Kunci Jawaban
1. A |
2. C |
3. B |
4. A |
5. C
6. B |
7. C |
8. D |
9. C |
10. B
11. A |
12. B |
13. B |
14. B |
15. B
الأَسْمَاءُ الخَمْسَةُ:
الرَّفْعُ بِالْوَاوِ
النَّصْبُ بِالْأَلِفِ
الجَرُّ بِالْيَاءِ
الأَفْعَالُ الخَمْسَةُ:
الرَّفْعُ بِثُبُوتِ النُّونِ
النَّصْبُ بِحَذْفِ النُّونِ
الجَزْمُ بِحَذْفِ النُّونِ
Kaidah Bahasa Arab MA Kelas XII — Fikri Almabrur