Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muhbib Abdul Wahab

Khutbah Jumat; Pendidikan Ramadhan

Gambar
Jama'ah Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT!  Alhamdulillah, segala puji dan rasa syukur yang tidak terhingga marilah kita panjatkan hanya kepada Allah SWT, karena berkat rahmat dan kasih sayang-Nyalah kita dapat melewati hari-hari, malam-malam dan waktu-waktu yang utama di bulan suci Ramadhan. Kita bisa melaksanakan amal ibadah di bulan yang penuh berkah ini dengan rasa keimanan dan penuh harapan, sehingga mudah-mudahan kita termasuk mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya, sehingga nantinya kita bisa mendapat predikat Taqwa.  Sungguh berat rasanya meninggalkan bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan meninggalkan kita, ingin rasa kita semua terus berada di bulan suci nan penuh berkah dan maghfirah ini. Kemuliaan dan keagungan Ramadhan itu memang membuat kita merasa berat hati untuk menginggalkannya, lebih-lebih karena kita tidak pernah tahu apakan Ramadhan yang akan datang masih bisa kita jumpai.  Shalawat dan salam, marilah kita sampaikan kepada baginda Nabi Muha...

Watak Biadab Yahudi

 Oleh Muhbib Abdul Wahab "Sungguh engkau dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya kepada orang-orang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyekutukan Allah.. ."(QS. Al-Maidah [5]: 82). Ayat tersebut menegaskan bahwa watak Yahudi memang selalu melakukan permusahan kepada kaum beriman. Gaza kini luluh lantah dibombardir pasukan Zionis, sementara negera-negara Barat, terutama Amerika Serikat, seolah bungkam dan menjadi penonton kebiadan Zionis di bulan Ramadhan ini. Sungguh memalukan dan memilukan bahwa Amerika Serikat yang mengaku sebagai polisi dunia tidak bereaksi sama sekali untuk menghentikan kebiadan Yahudi. Permusuhan Yahudi dalam sejarahnya, antara lain, berupa penolakan ayat-ayat Allah, pembunuhan para Nabi yang diutus kepada mereka (QS. Al-Baqarah [2]: 61), pengingkaran terhadap janji-janji yang mereka buat sendiri (QS. Al-Baqarah [2]: 100), dan selalu melalukan persekongkolan jahat untuk memusuhi kebenaran (QS. al-Anfal [8]: 30). ...

Khutbah Jumat; Memaknai Makna Ramadhan

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah   Marilah pada saat yang berbahagia ini, kita semua, untuk bersama-sama berusaha meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT. yakni dengan senantiasa bersungguh-sungguh dan sekaligus melaksanakan dengan sebaik-baiknya apa yang menjadi perintah Allah SWT dan berusaha meninggalkan apa yang menjadi larangan Allah SWT, sehingga kelak kita termasuk kedalam golongan hamba-hambaNya yang beruntung baik di dunia maupun di akhirat kelak, amin-amin ya rabbal ‘alamin.  Hadirin Jamaah Jumat rohimakumullah  Alhamdulillah Sekarang kita berjumpa lagi dengan bulan Suci Ramadhan, dan hari ini kita sudah memasuki hari yang keenam, ini berarti romadhan terus berjalan dan pada saatnya akan meninggalkan kita. Untuk lebih menganal bulan ramadhan ini mari kita pahami dulu apa itu bulan ramadhan??  Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidha-yarmadhu yang pada mulanya berarti: membakar, terik, atau...

Politik itu Mirip Artis

Politik itu memang mirip artis yang suka "nikah-cerai-nikah-cerai". Semula saling jatuh cinta, tetapi dalam sekejap bisa berubah menjadi saling benci. Awalnya berkawan, tak lama kemudian menjadi lawan. Saat ini "satu ranjang koalisi" , tetapi besok atau lusa boleh jadi sudah tidak satu atap lagi.  Sekedar contoh, HT dulu satu kongsi dengan Nasdem. Atas nama ketidakcocokan, ia keluar lalu "bermesraan" dengan Hanura, bahkan sudah berduet-maut dengan Win. Eh... kemarin masing-masing bercerai. Win merapat ke emaknya si Joko, dan HT merangsek ke "pelaminan bung Bowo" . Ketika pileg, bang Rhoma Irama begitu "mesra" dg Muhaimin dan PKB-nya, sekarang bang Haji sudah "talak tiga" dg PKB... bahkan sudah berikrar untuk mencabut dukungannya. Begitulah politik: transaksi kepentingan, jual beli suara demi keuntungan dan kekuasaan... Semoga perpolitikan kita membuahkan hasil positif yg bisa dinikmati oleh rakyat, bukan menjadi permaina...

Kuat dan Amanah: Kriteria Pemimpin Ideal

Sesungguhnya orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) atau menjadi pemimpin adalah orang yang kuat lagi amanah, dapat dipercaya (QS al-Qashash/28: 26) Ayat tersebut mengisyarakat dua syarat utama orang yang layak menjadi pemimpin, yaitu kuat dan amanah. Tentu yang dimaksud dengan kuat bukan semata-mata fisik dan ekonomi, melainkan juga kuat mental spiritual, kuat iman, ilmu, dan amalnya. Jika multikekuatan ini disinergikan dengan amanah (dapat dipercaya, memiliki integritas tinggi) maka akan melahirkan sosok pemimpin yang mampu membawa perubahan masyarakat ke arah lebih baik, maju, sejahtera, adil, dan bermartabat. Dalam konteks ini, Rasulullah SAW merupakan figur pemimpin yang mampu menyinergikan kekuatan dan amanah itu. Di antara rahasia kesuksesan beliau dalam memimpin umat adalah lima modal kekuatan berikut. Pertama, kekuatan Keteladanan akhlak. Sejak kecil Nabi SAW tidak pernah terlibat pelanggaran moral, tidak pernah minum minuman keras, tidak...

Perlukah Do'a "Khutbah Jumat" Digugat???

Postingan ini saya Ambil dari facebook Muhbib Abdul Wahab , kerena saya merasa tulisan ini sangat informatif buat kita sebagai dai mingguan untuk mengoreksi ulang yang sering disampaikan (dibacakan) kepada jamaah setiap jumat Selamat Membaca dan yang terpenting merenungkan apa yang ada dalam tulisan dibawah ini; Sejak kecil hingga sekarang, ketika mengikuti jum'atan sebagai mustami', saya tidak jarang mendengar khatib membaca doa berikut pada khutbah kedua menjelang khatib turun mimbar: Allahumma a'izza al-Islam wa al-Muslimin; wa ahliki al-kafarata wa al-musyirikin (Ya Allah, muliakan dan berdayakanlah Islam dan umatnya; dan binasakan (hancurkanlah) orang-orang kafir dan orang-orang musyrik) . Doa ini barusan saya dengar langsung dr seorang khatib di masjid hotel Syahid Rich Yogyakarta. Sepintas tampaknya tak ada "masalah" pada doa tersebut. Tetapi setelah direnung-renungkan kelihatannya doa yang kedua (wa ahliki al-kafarata wa al-musyrikin) tamp...

Takut Kepada Allah

Gambar
Oleh Muhbib Abdul Wahab Setiap orang pasti pernah merasakan takut, mulai dari takut digigit ular, takut kehilangan jabatan, hingga takut kepada Tuhan.  Dalam psikologi agama, sebagian manusia mencari dan membutuhkan Tuhan, antara lain karena adanya rasa takut dalam diri terhadap kekuatan gaib.  Manusia takut kepada kekuatan dahsyat yang ada di alam raya ini, seperti gunung meletus, angin puting beliung, banjir bandang, tsunami, dan sebagainya, sehingga membuatnya mencari pelindung, pemberi rasa aman dan keselamatan hidupnya. Secara psikologis, takut adalah kondisi psikis (kejiwaan) yang diliputi rasa khawatir, kegalauan, ketakutan, was-was, atau kurang nyaman terhadap sesuatu yang tidak disukainya itu jika terjadi pada dirinya. Takut bisa saja menjadi energi positif, jika dimaknai secara postif, demikian pula sebaliknya. Kata takut dalam al-Qur’an, antara lain, dinyatakan dengan khauf dan khasyyah. Kata khauf lebih umum daripada kata khasyyah. Khasyyah m...

Mabrur Setelah Melaksanakan Haji

Gambar
Oleh:  Muhbib Abdul Wahab Musim haji sudah tiba. Syawal, Dzul Qaidah, dan Dzul Hijjah adalah bulan-bulan haji. Umat Islam yang kini tengah menunaikan rukun Islam kelima ini tentu sudah bersiap diri, baik fisik, finansial, maupun mental spiritual.  Para tamu Allah (dhuyuf ar-Rahman) itu tentu juga berniat dan berharap memperoleh haji mabrur, yang balasannya tidak lain adalah surga (HR Muslim). Jamaah haji Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, dan boleh jadi yang paling banyak membelajakan hartanya di Tanah Suci.  Para alumni Tanah Suci itu sering digugat: "Mengapa jumlah jamaah haji yang terus meningkat setiap tahun, bahkan ngantri bertahun-tahun, tidak berbanding lurus dengan penurunan angka korupsi atau perbaikan integritas dan akhlak umat Islam?" "Apa bukti kemabruran haji mereka?  Oleh karena itu, aktualisasi kemabruran pascahaji merupakan sebuah keharusan, agar ritualitas ini tidak berhenti pada tataran pemenuhan atau pengguguran ke...

Spirit Istiqlal

Alkisah, pada suatu hari, seorang warga Mesir datang ke Madinah untuk mengadukan gubenurnya, 'Amr ibn Al-'Ash. "Saya dizhalimi," wahai Amirul Mukminin. "Perlakuan zhalim seperti apa yang kau alami?" tanya 'Umar. "Saya mengikuti lomba pacuan kuda. Kuda saya bisa mendahului kuda anak 'Amr bin Al-'Ash. Ia marah karena saya bisa membalap dan mengalakannya. Ia turun dari kudanya, lalu memukuli saya di hadapan para penonton, termasuk sang gubernur, tetapi tidak seorang pun membela saya."  Anak gubernur itu bahkan menyatakan: "Kenapa engkau berani mendahuluiku. Tidakkah engkau tahu, aku adalah anak orang paling terhormat di negeri ini (Mesir)!" Mendengar pengaduan rakyatnya, 'Umar langsung menemui anak gubernur, Muhammad ibn 'Amr bin Al-'Ash dan memberikan balasan setimpal berupa pukulan seperti yang dialami oleh warganya tersebut.  Setelah itu 'Umar menyentil sang gubernur, 'Amir bin Al-'Ash:...

Tips Meraih Sukses Studi di Masa Depan

Oleh Muhbib Abdul Wahab Sukses dalam hidup maupun dalam studi itu adalah pilihan. Anda yang memilih: mau sukses atau tidak. Karena itu, sejak awal menapaki bangku perkuliahan pilihlah jalan yang mengantarkan kepada kesuksesan dalam studi Anda. Berikut ini adalah tips meraih sukses dalam studi untuk menggapai masa depan yang cemerlang Syukuri dengan sepenuh hati bahwa Anda telah diterima dan resmi menjadi mahasiswa UIN Jakarta. Ada baiknya kelulusan Anda sebagai mahasiswa UIN dimanifestasikan dengan sujud syukur. Bulatkan tekad dan niat yang kuat bahwa Anda berada di kampus ini mengemban tujuan mulia: meraih sukses studi dan prestasi tinggi. Jangan pernah berpikir bahwa status Anda sebagai mahasiswa UIN ini dijadikan sebagai momentum untuk berhura-hura dan berbangga-bangga. Targetkan banyak di awal masa studi ini, seperti: target berapa tahun Anda menyelesaikan studi (idealnya: 4 sampai 4,5 tahun), target perolehan IP (Indeks Prestasi), target menyelesaikan pembacaan buku, pen...

Puasa Transformatif

Gambar
Oleh: Muhbib Abdul Wahab Dosen Pascasarjana FITK UIN Syarif Hidayatullah dan UMJ Marhaban ya Ramadhan. Ramadhan merupakan bulan pilihan Tuhan –satu-satunya bulan yang disebut dalam Alqur’an— untuk disediakan bagi hamba-Nya yang mau memenuhi panggilan-Nya: berpuasa dengan penuh keimanan dan harapan positif untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Ramadhan adalah bulan penuh kasih sayang, ampunan, kemuliaan, dan keberkahan bagi kita semua. Tujuan puasa Ramadhan adalah membentuk Muslim yang bertaqwa (QS Albaqarah [2]: 183), bukan untuk penyiksaan fisik dengan menahan lapar, haus, dan dahaga, juga bukan untuk pengebirian nafsu, melainkan pengendalian dan pengelolaan hawa nafsu. Puasa merupakan kecenderungan alami sekaligus merupakan kebutuhan manusia, sesuai fitrahnya (QS Ali Imran [3]: 14). Manusia juga cenderung mampu mengendalikan dan mengelola hawa nafsunya, jika memiliki keimanan dan kesadaran religius yang kokoh untuk berkomitmen menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Puas...