Postingan

Menampilkan postingan dengan label Filsafat

JADILAH SEPERTI PELAMPUNG

Oleh: Mulyadhi Kartanegara Kalau gak salah Rumi pernah berkata: "Jadilah seperti pelampung, yang di manapun berada ia akan tetap muncul di permukaan." Selintas, ungkapan tersebut seperti tak begitu istimewa, karena ya begitulah sifat dari pelampung. Tapi ada makna lain yang lebih dalam dari ungkapan tersbut, yang begitu berarti tapi tak selalu mudah untuk dicapai. Dengan ungkapan tersebut, sesungguhnya Rumi mengingankan kita, untuk senantiasa menjadi orang yang senantiasa berada di posisi atas, yakni menjadi orang yang terkemuka, seperti halnya pelampung, atau menjadi pemimpin, di mana pun kita berada: di kampung asal kitakah, di kantor tempat kita bekerjakah, di lingkungan baru di mana kita tinggalkah, hendaknya kita terus menjadi orang yang terkemuka atau pemimpin. Bukan menjadi pemuka atau pemimpin dengan cara merebut kedudukan orang lain, tetapi menjadi pemimpin karena sifat dasar dan kepemimpinan kita sendiri, karena keperdulian kita pada masyarakat di sekitar, kesi...

MENGAPA ZAT TUHAN TIDAK BISA KITA KETAHUI?

Oleh: Prof. mulyadhi KartaNegara Sudah lama para filosof berbicara tentang ketidakmungkinan kita mengenal zat atau esensi Tuhan, sehingga muncullah istilah negative theology atau "via negativa." Kaum Neo-Platonis menyebut Tuhan, the Great Unknown . Kaum Taois di cina, pernah mengatkan, kalau ada orang yang mengatakan inilah Tao, maka pasti itu bukanlah Tao. Budha sendiri juga memandang sia-sia orang menanyakan tentang hakikat Tuhan. Ketika ditanya apa itu Tuhan, beliau menjawab, lebih baik kita tidak menanyakan itu, tapi tanyakan bagaimana cara mendekatkan diri pada-Nya.  Pertanyaannya mengapa, tak bisa diketahui? Jawaban al-Qur'an adalah "karena tak ada suatu apapun yang sama atau serupa dengan-Nya." (ليس كمثله شيئ). Jadi apapun yang kita bayangkan tentang Tuhan, apapun konsep kita tentangnya, maka pastilah ia merujuk pada sesuatu, padahal telah jelas bahwa Ia berbeda dengan sesuatu apapun. KeberbedaN Tuhan dengan apapaun termasuk dengan manusia yang...

REALISASI-DIRI SEBAGAI AKTUALISASI-DIRI

Oleh: Mulyadhi. Kartanegara  A. Mengenal Potensi Diri  MENURUT Abraham Maslow kebutuhan manusia yang paling tinggi, setelah makanan, cinta dan rasa aman adalah realisasi-diri. Menurut saya realisasi-diri itu sama dengan aktualisasi-diri, dan aktualisasi diri tak lain dari pada mengaktualkan segala potensi yang dimiliki oleh diri kita. Pertanyaannya, bagaimana mungkin kita mampu mengaktualkan diri, sementara kita tak tahu apa potensi-potensi diri kita. Oleh karena itu berikut ini saya ingin mendiskusikan potens-potensi diri yang Allah berikan kepada manusia, sebagai syarat bagi pengaktualan diri. Ada setidaknya ada 6 potensi diri:  (1) potensi fisik. Allah menciptakan tubuh manusia dengan segala fungsi atau potensinya yang luar biasa. Salah satunya adalah potensi gerak. Sistem kerangka, otot dan saraf telah memungkinkan tubuh kita untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Sistem persendian yang beragam menyebabkan tubuh manusia sebagai mesin ...

EMOSI, INSPIRASI DAN KREATIVITAS

Oleh : Mulyadhi Kartanegara  SIANG ini saya ngobrol-ngobrol dengan mahasiswa saya dari singapura tentang hubungan emosi, inspirasi dan kreativitas. Emosi biasanya selalu dipandang secara negatif, padahal menurut saya emosi adalah daya hidup yang sebenarnya. Boleh dikata tanpa emosi seorang manusia telah mati, sekalipun ia masih bernafas. Peanyaannya adalah apa dan bagaimana sebenarnya hubungan antara emosi dan inspirasi? Sebagai dosen saya sering mendengar mahasiswa mengeluh dan berkata lirih karena sulitnya mencari inspirasi untuk menulis tugas akademiknya. Inspirasi tidak akan datnag kalau emosi kita tidak terketuk. Sekali emosi kita terketuk, misalnya oleh hinaan, kekecewaan, kemarahan atau oleh asmara, maka tiba-tiba kita menemukan jiwa kita penuh dengan inspirasi dan kata-kata. Mereka yang sedang jatuh cinta, sangat merindukan kekasihnya tiba-tiba dirinya dipenuhi dengan kata-kata. Maka mulailah ia menulis puisi cinta yang indah. Seribu katapun berhamburan dalam puisinya...

INDERA, AKAL DAN HATI

Gambar
Oleh: Prof. Mulyadhi Kartanegara Salah satu kerinduan manusia adalah untuk mengetahui sesuatu sebagaimana adanya, agar diperoleh suatu pengetahuan yang meyakinkan. Salah satu contoh historis dari pencarian serius dan tak kunjung padam adalah apa yang dilakukan al-Ghazali. Dalam bukunya yang terkenal "Keluar dari Kemelut" (al-Minqidz minal-Dhalal), ia melukiskan pencariannya yang intensif akan kebenaran. Dan dalam karya ini jugalah ia mendiskusikan tentang indera, akal dan hati.  Dalam karya otobiografis intelektual ini, ia mengungkapkan keinginannya untuk mengetahui segala sesuatu, termasuk kepercayaan agama, seyakin-yakinnya, sebagaimana keyakinannya kepada kebenaran matematik: tiga lebih kecil dari sepuluh. Kalau ada orang yang mengatakan sebaliknya, bahwa 10 lebih kecIl dari 3, kepercayaan saya bahwa 3 lebih kecil sari 10, tetap tidak akan goyah, sekalipun orang itu dapat mengobah tongkat jadi ular. Oleh karena itu, maka ia mencoba mencari sumber pengetahuan y...

KEBENARAN SATU, EKSPRESI BERAGAM

Gambar
Ada satu pertanyaan yang mungkin timbul ketika kita menyadari kenyataan bahwa walaupun para sufi mengklaim telah mendapatkan penyingkapan (mukasyafah), namun mereka ternyata memiliki ajaran yang beragam, yaitu: mengapa terjadi keragaman ajaran para sufi, padahal kebenaran itu satu adanya? Pertanyaan ini sebenarnya telah mengantar kita pada satu kenyataan bahwa meskipun kebenaran itu satu, tetapi ekspresi para sufi terhadap kebenaran itu bisa beragam dan berbeda-beda. Alasan mengapa itu terjadi adalah: pertama, kebenaran itu terlalu luas untuk bisa dipahami sekaligus oleh seorang individu, siapapun dia, termasuk oleh seorang sufi. Kedua, karena tiap-tiap sufi memiliki concern masing-masing, sesuai dengan tantangan yang berkembang pada masanya. Ketiga, karena Tuhan mengekspresikan diri-Nya secara terus-menerus dan berubah-ubah setiap saat. Prof. Mulyadhi Kartanegara Untuk memudahkan pemahaman kita, ambillah sebuah contoh yang kongkret. Andaikan diadakan pameran elektronik inte...

ALAM DUNIA (JASMANI)

Gambar
Oleh : Prof. Mulyadi Kartanegara Kata "dunia" berasal dari akar kata "dana-dania," yang artinya rendah. Dikatakan rendah karena alam dunia, dalam pandangan sufistik dan filosofis, merupakan alam yang terendah dari hierarki kosmologis, di atas mana terdapat alam-alam lain, yang telah kita diskusikan, seperti alam mitsal dan alam makna (ruhani). Alam dunia ini disebut juga alam elemental, karena terdiri dari berbagai unsur (elemen), seperti tanah, air, udara dan api. Alam ini juga disebut alam fisik atau jasmani, karena terdiri dari jasad atau tubuh, baik yang organik maupun inorganik. Alam dunia secara hierarkis terdiri dari beberapa tingkat eksistensi, yaitu mineral, tumbuhan dan hewan. Masing-masing level ini juga memiliki tingkatannya secara hierarkis. Jadi, di antara benda-benda mineral, yang terdiri dari batu-batuan dan logam-logaman, juga terdapat derajat yang membedakan kualitas masing-masing. Maka, dari sini, kita bisa membedakan, misalnya, logam kas...