Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Tingkat Kebahagiaan di dunia

kebahagiaan atau lebih tepatnya kesenangan fisik dan indrawi seperti makan, minum, dan sex, memiliki harta dan badan yang sehat, dll.kebahagiaan mental, seperti ketika kita mengaktualkan daya imaginasi kita dalam bentuk novel, lukisan dan puisi.kebahagiaan emosional, seperti ketika emosi kita menjadi dorongan yang positif ke arah aktualisasi.kebahagiaan intelektual, tercapai misalnya ketika kita mampu menangkap ilmu yang sejati dan mengaktualkan potensi tersebut dalam bentuk karya-karya ilmiah yang agung.kebahagiaan moral, ketika kita mampu untuk mempraktekkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, dan bukan hanya pengenalan kognitif terhadap nilai-nilai tsb.kebahagiaan spiritual, sebagai kebahagian puncak, di mana kita merasakan hidup yang damai, tenang damai karena dekat dengan sumber dari segala yang ada, sumber keindahan dan cinta, yaitu Allah swt.Apabila anda sudah mencapai itu semua, maka barulah barangkali kita bisa dikatakan telah mencapai kebahagiaan sejati dan abadi.

Syariat Islam Tidak Perlu diformalkan

Jihad saat ini bukan dengan mengangkat pedang atau senapan. Jihad di jaman ini adalah jihad ekonomi, pedang ekonomi dan pendidikan. Musuh utama kita adalah kemiskinan, kebodohan, fanatisme dan lemahnya keyakinan, bukan ‘nonMuslim’. Dan itu semua menjadi sebab tumbuh terorisme. Ayat-ayat tentang qital (perang) seluruhnya bersifat depensif; mempertahankan diri baik dari serangan nyata baik potensi yang membahayakan. Tidak ada dalam sejarahnya Rasulullah Saw. membunuh nonMuslim apalagi Muslim. Rasul menjaga hak hidup bangsa-bangsa, nonMuslim sekalipun.
Yang menjadikan 1 orang/kelompok/komunitas/bangsa sah diperangi bukan karena ia nonMuslim melainkan ‘al-harabah/harbi’; melakukan penyerangan. Dalam Piagam Madinah Rasulullah Saw. menjamin kebebasan beragama antara Muslim, Yahudi dan keyakinan lainnya. Dengan komitmen yang sama.
Kita juga perlu melihat sejarah, formalisasi syariat dalam sebuah negara, apapun namanya tidak efektif dalam transformasi agama dalam masyarakat. Bandingkan prose…