Social Icons

Featured Posts

Profil Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar adalah salah satu tokoh Islam Indonesia kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Agama RI. Banyak karya ilmiah tentang Islam yang telah diciptakan sebagai sumbangan yang tak ternilai untuk dunia Islam Indonesia, juga banyak penghargaan yang telah diperoleh atas kerja dan karya yang beliau ciptakan. Berikut ini secara singkat disajikan ProfilProf. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.


Nama lengkap : Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tempat/Tanggal Lahir: Ujung-Bone, 23 Juni 1959
Alamat : Jl. Ampera 1 No. 10 Ragunan, Pasarminggu 
Pekerjaan : Wakil Menteri Agama RI
Ayah : Andi Muhammad Umar
Ibu : Andi Bunga Tungke
Istri : Dra. Helmi Halimatul Udhma
Anak : 1. Andi Nizar Nasaruddin Umar, 2. Andi Rizal Nasaruddin Umar, 3. Cantik Najda Nasaruddin Umar

Pengalaman Pendidikan
SDN 6 tahun, di Ujung-Bone 1970
Madrasah Ibtida'iyah 6 tahun, di Pesantren As'adiyah Sengkang, 1971.
PGA 4 Thn, di pesantren As'adiyah Sengkang, 1974
PGA 6 Thn, di Pesantren As'adiyah Sengkang 1976
Sarjana Muda , Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1980
Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
Program S2 (tanpa tesis) IAIN syarif Hidayatullah Jakarta, 1990-1992.
Program S3 (alumni Terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi tentang" Perspektif Jender Dalam al-qur'an, 1993-1998.
Visiting Student di Mc Gill University canada, 1993-1994
Visiting Student di Leiden University Belanda, 1994/1995
Mengikuti Sandwich program di Paris University Perancis, 1995
Pernah melakukan penelitian kepustakaan di beberapa perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Srilanka, Korea Selatan, saudi Arabia, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, dan Singapore, Kualalumpur, Manila.
Pengukuhan Guru Besar dalam bidang Tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 12 Januari 2002.

Pengalaman Akademik
Sekretaris Umum Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK), Jakarta, 1992- Sekarang
Dewan Pendiri dan pengurus Masyarakat Dialaog natar Ummat Beragama (MADIA) Jakarta, 1983-sekarang
Wakil Ketua wakaf yayasan Paramadina, Jakarta, 1999- Sekarang
Ketua Yayasan Panca Dian Kasih, Jakarta, 2001- Sekarang
Wakil Ketua Pengurus Pusat KMA-PBS, Jakarta, 2001-2004
Ketua Departemen Pemberdayaan Sosial dan Perempuan ICMI Pusat, Jakarta 2000- sekarang
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, 2000- Sekarang
Anggota KOMNAS Perempuan, 1999-sekarang
Wakil Ketua (Bidang Pendidikan)Masjid Al-Tin, Jakarta, 1998-sekarang
Pembantu Rektor III IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2000-sekarang
Staf Pengajar bidang kajian Wanita program pasca Sarjana UI, jakarta, 1997-Sekarang
Ketua Program studi Agama dan Perempuan, bidang kajian wanita program pasca Sarjana UI Jakarta, 2001-sekarang.
Staf pengajar Pasca Sarjana Universitas Paramadina Mulia, Jakarta, 1998-2000
Staf pengajar Yayasan wakaf Paramadina, Jakarta, 1993-sekarang
Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBII Jakarta, 1997-sekarang
Wakil sekretaris PP. Himpunan Peminat Ilmu-Ilmu Ushuliuddin (HIPIUS), Jakarta, 1994-Sekarang
Anggota Asesor badan Akredaitasi Nasional Perguruan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional RI, Jakarta, 2001-sekarang
Ketua Yayasan Setara Indonesia (YASIN), Jakarta, 2001-sekarang
Staf ahli PSW IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2001-sekarang
Anggota dewan Redaksi Jurnal Islam FUTURA, IAIN Ar-raniri, nanggroe Aceh Darussalam, 2001-sekarang
Anggota penyunting ahli Jurnal Kajian Agama Islam dan Masyarakat INTIZAR, Pusat Penelitian IAIN Raden fatah, Palembang, 2001-sekarang
Penanggung jawab tabloid Swara Damai Yayasan Padi Kasih, Jakarta 2002-sekarang
Pengasuh Rubrik Mas'il alShufiyah di majalah SUFI, Jakarta, 2002-sekarang

Karya Ilmiah
"Pengertian Deasa Mernurut hukum Positif dan hukum Islam" (Risalah Sarjana Muda), 1980
"Islam dan Nasionalisme Indonesia, Analaisa tentang Integrasi Syari'ah Islam dalam Pembinaan Hukum Nasional", (Skripsi), 1984
"Perspektif Jender Dalam Islam", (Disertasi), 1998
"Fiqh Ibadah", (Diktat), Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin U&jung Pandang, Sulawasi Selatan, 1987.
"Tema-Tema pokok Al-Qur'an" (diktat) Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta, 1994
"Antropolgi Jiolbab dalam perspektif feminis dan penafsiran Islam" (diktat), Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta, 1995
"pengantar Ulumul Qur'an" (Diktat), Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1996
"Pengantar Ulumul Qur'an", Baiyul Qur'an Jakarta, 1996
"Pandangan Ali Syariati terhadap Poligami' Dalam Bunga Rampai Pemikiran Ali Syariati, Jakarta; Pustaka Hidayah, 1999
Editor dan pemberi kata pengantar dalam buku " Konsep Negara dalam Islam" (Karangan Dr.H. Abd. Muin Salim) Jakarta, Rajawali Press, 1994
Editor dalam buku "Fiqh Siyasah" ( Karangan Dr.J. Suyuthi Pulungan, MA), Jakarta; Penerbit Rajawali Press, 1994
Editor dan Pemberi kata pengantar dalam buku " Konsep Magashid Syari'ah" (KaranganDr. Asafri Jayabakri), Jakarta, Rajawali Press, 1996
Editor dan Pemberi kata pengantar dalam buku "Ajaran dan Teladan para Sufi" (Karanan Drs. H.M. Laily Mansur, LPH.), Srigunting Jakarta, 1996
"Perbandingan antar aliran; Perbuatan manusia", dalam "sejarah Pemikiran Islam", (Amin Nurdin dan Afifi Fauzi Abbas, (Ed.), Jakarta; Pt. Pustaka Anatara, 1996.
Kata Pengantar dalam Surah Al-Fatihah bagi orang Modern" (karangan Anand Krishna), PT> Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
Kata pengantar dalam "99 Nama Allah Bagi orang Modern" (karangan Anand Krishna), PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999
"Argumentasi Kesetaraan Jender (Perspektif Al-Qur'an), yayasan Wakagf Paramadina Jakarta 1999
"Kodrat Perempuan Dalam Islam", diterbitkan kerjasama lenga kajian agama dan Jender (LKAJ), Solidaritas Perempuan, dan The Asia Foundation, Desember 1999
"Kata Pengantar" Dalam "Surat-surat terakhir bagi orang Modern, sebuah aspirasi Spiritual" (karangan Anand Krishna), Pt. Gramedia Utama Pustaka, Jakarta, 2000
"Kodrat Perempuan Dalam Islam"(buku Pertama serial Perempuan), PT. Fikahati Aneska, Jakarta, Cet. I, 2000
"Paradigma Bari Teologi Perempuan"(Buku Kedua serial Perempuan), PT. Fikahati aneska, Jakarta, Cet.I, 2000
"Bias Jender dalam penafsiran Kitab Suci"(Buku Ketiga serial Perempuan), PT. Fikahati Aneska, Jakarta ,Cet.I, 2000
"Sifat-Sifat Allah Dalam kualitas Maskulin dan Feminim" Dalam komaruddin Hidayat, et,al" Agama di Tengah Kemelut", Media Cita, Jakarta, 2001
"Ibadah Mahdlah: Kiat-kiat Khusuk dalam sholat" dalam Komaruddin Hidayat, et.al, "Agama di tengah Kemelut", Media Cita, Jakarta, 2001
"Tafsir Untuk Kaum Tertindas" dalam Komaruddin Hidayat, et,al, "Agama di tengah Kemelut", Media Cita Jakarta, 2001.
"Qur'an Untuk Perempuan" Jaringan Islam Liberal dan Teater Utan Kayu, Jakarta, 2002.
Menulis beberapa entri di dalam Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Al-Qur'an, dan Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, Penerbit PT. ICHTIAR BARU VAN HOEVE, Jakarta.

Penghargaan/Bintang
Piagam Penghargaan sebagai Sarjana Teladan IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
Piagam Penghargaan Sebagai Doktor terbaik IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1999
Piagam Penghargaan dari Media Executive Jakarta sebagai PROFIL EKSEKUTIF DAN PENGUSAHA INDONESIA 2000-2001, 23 Maret 2001
Bintang Karya Satya dari Presiden RI, 2001
Piagam Penghargaan dari International Human Resources Develeopment Program (IHRDP) sebagai International best Leadership Award (IBLA), 2002, 31 Maret 2002
Piagam Penghargaan dari International Human Resaorces Develeopment Program (IHRDP) sebagai Asean Bset Executive Award (IBLA) 2002 , 23 Juni 2002
Penghargaan Peniti Emas Hari Keluarga Nasional (Harganas) IX dari TP PKK Pusat, 29 Juni 2002
»»  READMORE...

Tanda-tanda Anda Sudah Menjadi Budak Kehidupan Dunia

Berikut Beberapa tanda orang yang sudah menjadi budaknya dunia:
  1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu shalat akan tiba.
  2. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Qur'an lantaran Anda terlalu sibuk.
  3. Anda sangat perhatian dengan omongan orang lain tentang diri Anda.
  4. Anda selalu berpikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.
  5. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahwa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.
  6. Anda terus menerus menunda untuk berbuat baik. "Aku akan mengerjakannya besok, nanti, dan seterusnya."
  7. Anda selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan selalu berusaha memilikinya.
  8. Anda sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
  9. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
  10. Anda ingin selalu menjadi pusat perhatian orang.
  11. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
  12. Anda selalu merasa haus akan kekuasaan dan kedigdayaan dalam hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
  13.  Anda merasa tertekan manakala Anda gagal meraih sesuatu.
  14. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil
  15. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
  16. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhai Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain
  17. Anda sangat perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.
  18. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke depan.
  19. Anda menjadikan aktivitas belajar agama sebagai aktivitas pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkarir.
  20. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.
  21. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
  22. Anda melalui hari ini tanpa sedikitpun terbersit memikirkan kematian.
  23. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
  24. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
  25. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahwa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
  26. Anda senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
  27. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahwa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
  28. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya.
  29. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.
  30. Anda meyakini bahwa hari kiamat masih lama datangnya.
  31. Anda melihat orang lain meraih sesuatu dan Anda selalu berpikir agar dapat meraihnya juga.
  32. Anda ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tapi Anda sama sekali tidak memetik pelajaran dari kematiannya.
  33. Anda ingin semua yang Anda harapkan di dunia ini terkabul.
  34. Anda mengerjakan shalat dengan tergesa-gesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
  35. Anda tidak pernah berpikir bahwa hari ini bisa jadi adalah hari terakhir Anda hidup di dunia.
  36. Anda merasa mendapatkan ketenangan hidup dari berbagai kemewahan yang Anda miliki, bukan merasa tenang dengan mengingat Allah.
  37. Anda berdoa agar bisa masuk surga namun tidak sepenuh hati seperti halnya saat Anda meminta kenikmatan dunia.
»»  READMORE...

Kesungguhan Membawa keberuntungan

Pada zaman dahulu, di padang pasir yang tandus, hiduplah seorang pemuda yang sangat percaya dengan Allah SWT dan sangat yakin dengan sabda-sabda Rosul SAW, sebutkan saja namanya Farhan. dengan segala keyakinannya farhan berangkat dari negeri syam menuju mekkah untuk melaksanakan umroh, terniatlah dalam hatinya sambil berdoa "ya Allah alangkah indahnya jika perjalanan yang suci ini saya diampingi oleh seorang perempuan (istri)" maklumlah farhan ini masih belum mempunyai pasangan dalam hidupnya.

diperjalan farhan beristirahat untuk melepas lelah, dipandangnya langit yang begitu indah dengan cahaya matahari yang begitu terik, farhan bergumam "begitu banyaknya penduduk disini, tapi adakah seorang perempuan yang cantik yang ingin menjadi istrinya" lalu dengan semangat yang menggebu, bernajaklah farhan dari tempa duduknya dan ia memsauki kampung untuk bertemu dengan warga disana.

farhan: wahai saudaraku, adakah perempuan yang paling cantik dikampung ini?
B : perempuan dikampung ini banyak wahai saudaraku, camu kalau anda menanyakan perempuan yang paling cantik, menurut kami dikampung ini cuma satu, yakni putri raja.
Farhan : dimanakah dia tinggal? "maklum ini pemuda sangat lugu, kerena hidup dipelosok kota"
B : dia tinggal di istana bersama Raja.
farhan : dimanakah istana itu?
B : Kalau dri sini kurang lebih perjalanan 10 Km lagi.
farhan : terima kasih inforasinya wahai saudaraku

dengan hati yang berbunga-bunga, pemuda ini mempercepat langkahnya untuk meuju istana raja, sambil berguman dan berhayal "inilah saatnya saya akan mendapatkan pendamping hidup"

Sesampai digerbang istana pemuda ini diusir oleh penjaga istana, dengan kasarnya penjaga istana berkata "orang seperti Anda tidak layak untuk memijaki istana, ini tempat yang layak di pijaki oleh orang-orang yang kaya dan terpandang" tapi dengan sabar dan penuh keyakinan pemuda ini berkata " saya memang orang tidak mempunyai apa-apa, tapi saya ingin bertemu dengan raja untuk menyampaikan keinginan saya yang isinya sangat penting dalam kehidupan saya" tapi penjagaan istana tidak mengizikan sehingga timbullah percekcokan dan keributan di depan istana sehingga terdengarlah oleh raja.

raja keluar dan menghampiri pemuda itu tadi sambil membawanya kedalam;
Raja : wahai pemuda, ada apa gerangan hamba datang kesini?
Farhan : dengan nada yang sangat santai pemuda ini berucapa " saya datang kesini, mempunyai niat yang tulus untuk meminang putri raja"
Raja : dengan persaaan yang kaget, kerena yang ada dihadapan raja ini pemuda yang pakayan yang kumuh dan hanya membawa buntil pakayan yang sudah tidak layak pakai, raja bingung mau bilang apa, kerena jika ditolak jangan-jangan ini adalah wali Allah atau juga ini seorang nabi khidir, tapi jika ini manusia biasa, maka jika diterima raja telah membuat kepusan yang salah terhadap putrinya.
Farhan ; bagaimana raja, lamaran saya diterima!?
Raja : begini wahai pemuda, apa yang bisa Anda berikan terhadap putri saya?
Farhan : saya mempunyai ini (sambil menunjukkan bawaannya) yang didalamnya itu selain baju yang kotor terdapat sebuah mangko untuk wadah disaat pemuda ini makan.
Raja: jadi yang Anda punya hanya ini?
Farhan  : ia raja
Raja : klau itu yang Anda punya, Anda tidak akan mendapatkan putri saya "sambil merasa dipermalukan dan bingung.. dalam fikirannya berkecamuk, jangan-jangan ini bukan pemuda biasa, tapi bagaimana cara menolknya???. begini anak muda, itu mangko Anda isi dulu dengan mutiara sampai penuh, baru anda bisa melamatr putri saya.. fikir raja jika dia pemuda luar biasa pasti ia bisa mengisi mangko itu dengan mutiara
Farhan : dengan dungu nya pemuda ini berucapa "cuma itu permintaan nya wahai raja?"
Raja : ia
Farhan : dimana saya harus mencari mutiara itu wahai raja??
Raja : dengan ketus raja berucapa "dimana saja asalkan mutiara itu bisa memenuhi mangko Anda."
Farhan : klu begitu akan saya penuhi permintaan Raja, tapi...... saya ingin berjumpa dulu dengan putri raja (emh.. biar tambah semangat cari mutiara neh. hehehehe)

Setelah bertemu dengan putri raja, pemuda ini langsung berangkat untuk mencari mutiara demi memenuhi permintaan raja, setelah lelah berjalan pemuda ini bertemu dengan seorang yang sudah tua rentah dan dia menanyakan; wahai pak tua dimanakah saya bisa menemukan mutiara, lalu pak tua ini berucap, silakan anda pergi kelautan kerena disana anda akan menemukan mutiara, tapa basa bsai lagi pemuda ini langsung mencari lautan untuk menemukan mutiara. sesampai dilautan pemuda yang lugu ini bertanya kepada seorang nelayan. wahai nelayan dimanakah saya bisa menemukan mutiara, lalu nelayan itu menjawab; anda bisa menemukan mutiara jika anda bisa menyelam kedasar lautan. emh... sambil bergumam pemuda ini bingung kerena dia sendiri tidak bisa berenang apa lagi mau menyelam.. tapi dengan semangat yang ada, dan yakin bahwa segala sesuatu itu bisa didapatkan jika kita percaya Allah ada dan Allah pasti menolong orang-orang yang membutuhkanNya.

Pemuda ini langsung menyipkan mangkok yang ia bawa untuk menimbah air laut, kerena dalam pemikirannya air laut pasti akan kering jika dibuang dan jika air laut kering dia akan menemukan mutiara. berhari-hari, berbulan-bulan pemuda ini menimbah air lauit ini, tapi apa yang dia dapat, air laut itu tidak berkurang sedikitpun....

Singkat cerita, pada hari yang terik itu, pemuda ini beristirahat dari lelahnya menimbah air laut, dalam keadaan semacam ini, ada orang yang lewat dan bertanya kepada pemuda ini;
A :sedang apa gerangan
Frahan: saya sedang menimbah air laut, sudikah Anda membantu saya??
A : bukan menjawab, orang ini pergi dengan gawa mengejek kerena dia yakin pemuda itu orang gila..

lalu tidak berselang lama, lewat lagi pemudah kedua
B: sedang apa wahai pemuda, sepertinya anda sedang lelah?
Farhan : saya sedang mencari mutiara yang ada di dasar lautan, makanya saya menimbah air luat ini supaya air laut ini kering dan saya bisa dengan mudahnya mengabil mutaira itu.
B: mohon maaf wahai Farhan saya tidak bisa membantu anda kerna ini bukan pekerjaan yang mudah...

ternyata percakapan pemuda ini dengan orang yang lewat kedua ini di dengar oleh ikan dipinggir pantai, dengan perasaan galau dan gelisah ikan ini berlari kedasar lautan untuk bertemu dengan raja ikan dan melaporkan keadaan yang sedang gawat ini, kerena ikan ini beranggapan bahwa laut akan kering kerena ulah pemuda yang sedang mencari mutaiara itu.

Ikan: lapor, keadaan sedang gawat, diatas sana ada seorang pemuda yang sedang menimbah air laut.
rraja ikan : darimana engkau bisa mendapatkan info ini
Ikan : Saat saya main dipinggir pantai saya mendengar percakapan seorang pemuda dengan seorang yang lagi menimba air, dia bilang bahwa dia akan mencai mutiara.

Bersambung
»»  READMORE...

Pesan untuk Presiden Baru, JOKOWI-JK

Oleh: M. Quraish Shihab

Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla,
Izinkanlah saya menyampaikan taushiyah kepada Bapak berdua. Taushiyah yang pernah disampaikan oleh sekian orang bijak kepada sekian kepala pemerintahan. Saya menyampaikannya bukan karena menduga Bapak tidak tahu, tidak juga merasa bahwa Bapak akan melakukan hal buruk, tapi sekadar mengingatkan, karena manusia di tengah kesibukannya atau semangatnya yang menggebu seringkali lengah atau lupa.

Pak Jokowi dan Pak JK,
Ingatlah – ketika Bapak berdua – besok Insya Allah diangkat sebagai kepala negara dan wakil kepala negara, bahwa Allah swt. merestui seseorang menjadi imam/ kepala negara, dengan tujuan menjadi penegak segala yang roboh, pelurus segala yang bengkok, pelaku perbaikan segala yang rusak, menjadi kekuatan bagi yang lemah, keadilan bagi yang teraniaya, serta tempat berlindung semua yang takut.

Kepala negara yang adil bagaikan penggembala yang sangat kasih terhadap gembalaannya. Ia mengantarnya ke tempat rerumputan yang terbaik, menghindarkannya dari jurang yang menjerumuskan, melindunginya dari binatang buas, serta membawanya jauh dari sengatan panas dan dingin.

Kepala negara yang adil adalah yang sekali berada di depan untuk memberi teladan, di kali lain di belakang untuk mendorong, dan di kali ketiga berada pada posisi tengah. Ini antara lain berarti bahwa dia hendaknya berada antara Tuhan dan masyarakat yang dipimpinnya, dia mendengar firman-Nya lalu memperdengarkannya kepada mereka, dia “melihat” Allah lalu memperlihatkan-Nya kepada mereka, dia tunduk kepada Allah lalu menudukkan masyarakatnya kepada-Nya.eng

Pak Jokowi dan Pak JK,
Ingatlah bahwa Allah swt. menetapkan sanksi hukum dengan tujuan menghindarkan manusia dari dosa dan keburukan, maka sungguh bagaimana jadinya jika yang diserahi mengurus manusia justru melakukan dosa dan keburukan?

Ingatlah bahwa Allah menetapkan qishash sanksi hukum dengan tujuan memelihara hidup manusia, maka bagaimana jadinya jika yang diberi wewenang menjatuhkan qishash, justru dia yang mengabaikan hak hidup manusia?

Renungkalah tentang kematian dan apa yang sesudah kematian! Ingatlah bahwa setiap orang, walau di dunia ini mendapat dukungan yang banyak, namun kelak di akhirat ia berpotensi kehilangan pendukung. Karena itu, berbekal lah sejak dini menghadapi hari esok yang menakutkan itu. Kelak Anda akan mendapatkan tempat bukan seperti yang Anda tempati di dunia ini. Bisa amat buruk tapi bisa juga amat sangat baik.

Pak Jokowi dan Pak JK,
Janganlah menjalankan pemerintahan seperti cara orang yang jahil, jangan juga menempuh jalan yang ditelusuri oleh orang zalim. Jika kekuasan Anda mendorong Anda berbuat zalim, maka ingatlah kuasa Allah terhadap Anda. Jangan beri peluang kepada yang angkuh, jangan juga kepada penindas, karena jika ini terjadi lalu Anda biarkan, maka Anda akan memikul, di samping dosa-dosa Anda sendiri, juga dosa-dosa mereka yang Anda biarkan itu.

Jangan sekali-kali terperdaya oleh orang- orang yang memuji-muji Anda. Jangan juga dengan mereka yang berusaha meraih kenikmatan melalui kekuasaan yang Anda miliki. Karena, mereka itu menikmati dunia mereka atas biaya hilangnya kenikmatan anda di akhirat.

Jangan juga mata Anda tertuju kepada kekuasaan yang Anda miliki dewasa ini, tetapi arahkanlah pandangan ke hari esok, ketika kita semua akan terbelenggu oleh belenggu kematian, berdiri menghadap Allah di arena di mana tunduk semua wajah dengan rendah hati kepada Tuhan Yang Maha hidup kekal lagi senantiasa mengurus makhluk-Nya.

Pak Jokowi dan Pak JK,
Bisa jadi pesan orang-orang bijak yang saya sampaikan ini pahit terasa, walau saya telah berusaha mengurangi kepahitannya. Namun bila kepahitan masih juga Bapak berdua rasakan, maka anggaplah ia sebagai upaya imunisasi yang membentengi Bapak berdua. Imunisasi perlu Pak, karena di sekeliling kita bertebaran kuman dan virus yang membahayakan.

Akhirnya doa kami antara lain adalah: Seandainya kedudukan presiden dan wakil presiden yang besok Insya Allah akan Bapak emban, seandainya jabatan itu merupakan takdir yang ditetapkan Allah terhadap Bapak, maka kami berdoa semoga Allah membimbing dan memberi Bapak kekuatan untuk mengantar kami ke pulau harapan, ke cita-cita Proklamasi. Dan jika pengangkatan Bapak berdua adalah karena itu merupakan takdir kami sebagai rakyat, maka kami bermohon kiranya Allah membantu kami untuk mendukung Bapak memikul tanggung jawab yang berat itu. Shalawat dan rahmat semoga selalu tercurah kepada kita semua.

[Tausiah M. Quraish Shihab pada acara "Zikir Khatmil Qur'an dan Tasyakuran", Masjid Sunda Kelapa, 19 Oktober 2014] 
»»  READMORE...