Social Icons

Featured Posts

Natal dan ucapan natal

Memont Natal sudah semakin terasa dimana-mana.. kerena dalam hitungan hari, Hari raya ummat Kristiani itu akan tiba....

Bagaimana sikap kita sebagai muslim melihat fenomena ini??
Bolehkah kita mengucapkan salam kepada orang yang non Muslim?
Bolehkan kita mengucapakan selamat natal kepadanya?
Trus bagaimana jika orang non muslim mengucapkan selamat hari raya, boleh atau tidak?
Hal semcam ini akan menjadi perdebatan jika jawabannya BOLEH atau TIDAK BOLEH. 

Mungkin Kita sering melihat ulama-ulama besar melakukan “ucapan” salam dan ucapan selamat buat mereka yang non muslim. Apakah hal ini menandakan bahwa boleh-boleh saja kita melakukannya?
terus jika kita lihat orang-orang yang sangat anti dengan ucapan semacam ini, dengan dalih bahwa kita sangat mengobralkan agama dengan gampangnya meyakini (ikut meyakini) dan mendukung kegiatan-kegiatan orang non muslim, dan kita beranggapan bahwa ini tidak boleh dilakukan terhadap orang nonmuslim??

Saya disini cuma ingin berpandapat bahwa hal semacam ini jangan dijadikan perdebatan yang akhirnya akan menimbulkan perpecahan diantara kita ummat Muslim, kerena saya lihat Cuma gara-gara hal semacam ini ada yang menganggap “kafir” saudaranya, dan ada juga yang menggap reme (enteng) terhadap keilmuan seseorang kerena telah melarang oang lain untuk mengucapkan selamat buat yang non muslim…

Mari kita sama-sama intropeksi diri, sudah sebatas mana keimanan kita kepada Allah SWT, kerena saya yakin, jika kita mempunyai iman yang kuat dan ilmu yang luas dan banyak… kita tidak akan terkecoh dengan hal semacam ini... 

Mari kita saling toleransi terhadap umat yang lain, tapi ingat jangan sekali-kali kita mendukung dan ikut meyakini apa yang dia yakini 

Mari kita saling menghargai terhadap ajaran-ajaran mereka tapi jangan sekali-kali kita ikut melakukan ritual yang mereka jalani 

Dan mari kita hidup damai dan bisa memberi kedamaian kepada siapapun disekeliling kita, kerena dengan adanya kedamaian kita mudah menjalankan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Wallahu ‘alam
»»  READMORE...

Subhaanallah; Saya yakin nak, sebentar lagi Allah akan memberikan rezeki

Kisah dibawah ini merupakan kisah nyata yang saya kutip dari FP One Day One Juz, Semoga bisa memberikan pelajaran buat kita semua. aamiin...

Selamat membaca

Sengaja saya ambil ketika saya sedang menaiki kereta arah depok > Jakarta kota beberapa minggu lalu.

Sepasang suami istri ini entah siapa namanya,beliau terlihat begitu berantakan dan sedikit kumal.mohon maaf ,bahkan terhirup bau tak sedap dari mereka,baunya bahkan membuat seorang Ibu yang awalnya duduk didekatnya terpaksa harus keluar dari kereta dan muntah sejadi2nya,mungkin karena tidak tahan dengan baunya.

Awalnya saya berfikir bahwa Ibu dan Bapak ini adalah seorang pengemis.Hingga Allah kembali menghentakkan hati saya dengan pembelajaran yang luar biasa pada hari itu.

Kali ini saya tidak akan bercerita mengenai bagaimana kisah cinta pasangan ini, ikatan cinta keduanya,bagaimana mereka bersama mengarungi masa2 tua,dengan kisah2 romantis mereka,menikmati hidup bersama.Bukan kawan,bukan itu yang akan saya ceritakan,hal ini lebih dari itu,jauh lebih indah dari itu.

Sambil menikmati perjalanan ditemani sebungkus kentang goreng menunggu kereta tiba di Jakarta kota.Mataku tak hentinya memandangi sepasang suami istri tersebut.Sebenarnya saya merasa terganggu karena bau yang dibawa kedua orang tua itu sungguh sangat menyengat ,tak dapat saya gambarkan baunya seperti apa,saya hanya dapat memastikan bahwa saat itu kepala saya sangat pusing akibat baunya.

Hingga datang seorang pemuda dengan gaya sangat stylish sambil menggunakan headset duduk tepat disamping bapak yang memakai baju putih.Sesaat ketika melihat pemuda itu perawakannya sangat mirip dengan teman saya di kampus Unhas,entah apa motivasi pemuda itu duduk tepat disamping bapak tersebut sedangkan setiap orang yang berada dalam gerbong kereta menjauhi sepasang suami istri itu karena baunya.

Hingga Mulai terdengar pemuda itu menanyakan beberapa hal kepada bapak tersebut. nama nya siapa pak?,tinggal dmana?,mau kemana?,punya anak berapa?.Saat itu sungguh saya dibuat terkagum dengan perawakan pemuda itu,walaupun terlihat selengean (cuek) namun sungguh ia satu dari beberapa orang hebat yang pernah kemui selama ini.banyak hal yang membuat saya yakin bahwa pemuda itu adalah orang yang nebat,namun tulisan saya Kali ini tidak akan membahas seberapa hebat pemuda itu,kali ini tulisan saya akan fokus menceritakan kisah sepasang suami istri tersebut.

Kereta sebentar lagi tiba distasiun gondangdia,kudengar dari percakapan pemuda dan bapak itu, stasiun gondangdia adalah stasiun tujuan pasangan suami istri itu.

Kulihat pemuda itu memasukkan tangannya kedalam tasnya dan mengambil beberapa uang berwarna merah(100.000 rupiah) dalam jumlah yang sangat banyak,sangat banyak saya tak tahu pastinya.
Dengan nada yang sangat sopan pemuda itu berkata : "pak,saya punya sedikit rejeki buat bapak dan Ibu mungkin bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak dan Ibu beberapa hari kedepan"
Tahukah kawan,apa jawaban bapak itu? Beliau menjawab seperti ini.

"Sungguh agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan uang dari situan kaya raya,kuyakin tuhanku maha kaya,sangat kaya.Saya tahu niat ananda adalah untuk membantu kami,dan sungguh saya yakin bahwa Allahlah yang telah mengirimmu kepada kami,namun mohon maaf nak saya tak bisa menerima itu,saya tak ingin sebuah kisah dari perjalanan perjuangan hidup kami mencari rezeki, terdapat sebuah kisah bahwa kami menerima uang dari orang lain dikarenakan kasihan dengan kondisi kami. Saya yakin nak ,sebentar lagi Allah akan memberikan rezeki bagi kami dengan cara yang lebih baik dari ini ,iya saya yakin sebentar lagi nak,sebentar lagi.
Kemudian bapak itupun melangkahkan kakinya turun ke stasiun gondangdia bersama istrinya.

Semoga Allah memaafkan prasangka saya yang menganggap bapak dan Ibu itu adalah seorang pengemis.sungguh mereka sebenar benarnya hamba Allah yang bertebaran dimuka bumi dan mencari rezeki Allah layaknya seorang pahlawan.

Pengalaman ini sontak menambah keyakinan saya bahwa rezeki Allah sungguh sangat dekat kawan,ya sebentar lagi,sebentar lagi.itu pesan si bapak tua.
Terima kasih banyak..
oleh : Wahyu Hidayat Ar Rasyid
»»  READMORE...

SYAIR ABU NAWAS

اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلَى نَّارِ الْجَحِيْمِ 

فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ 

ذُنُوْبِيْ مِثْلُ عَدَدِ الرِّمَالِ # فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً يَاذَا الْجَلاَلِ 

وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبِيْ زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِيْ 

اِلَهِيْ عَبْدُكَ الْعَاصِيْ أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ 

وَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ # وَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْ سِوَاكَ 

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga Firdaus 
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka 
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku 
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar 
Dosaku seperti jumlah pasir 
Maka berilah aku taubat, Wahai Pemilik Keagungan 
Umurku berkurang setiap hari 
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya 
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu 
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu 
Seandainya Engkau mengampuni 
Memang Engkaulah pemilik Ampunan 
Dan seandainya Engkau menolak taubatku 
Kepada siapa lagi aku berharap selain kepada-MU
»»  READMORE...

Lalat dan Kupu-kupu

Semua makhluk hidup yang ada di dunia ini merupakan gambaran dari sang pencipta dan semua itu mempunya manfaat buat alam disekitarnya. Jika seorang manusia tidak bisa memberi manfaat buat lingkungan, baik itu lingkungan sekitar berupa binatang dan benda, maka orang itu bisa disebut orang yang tidak ada manafaat dalam kehidupannya dan akan merugi di akhirat kelak. 

Diantara semua makhluk hidup itu, ada yang hidup di air, di darat dan di udara (terbang). Semuanya bisa memberi manfaat buat yang lain. 

Jika kita amati dari semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, semuanya akan memberikan gambaran atau perumpamaan-perumpamaan dalam kehidupan kita, misalnya seekor lalat, binatang yang satu ini sering diibaratkan dengan kata kotor dan menjijikkan, tidak sedikit orang yang berhenti makannya jika dia melihat lalat yang sedang mengerumuni sampah dan bangkai. Binatang yang satu ini, jika kita lihat dari sisi penciptaannya ada manfaatnya untuk kita, bisa kita lihat dengan adanya lalat sudah pasti disana ada kotoran, jika itu makanan, pasti makanan itu sudah busuk atau basi, jika lalat itu banyak ditempat-tempat sampai dan tempat tertentu, sudah pasti disana ada bangkai. Namun jika kita lihat dari konteks Agama, binatang yang satu ini bisa kita temukan dalam hadits Nabi SAW, yang artinya; “orang fasik itu jika dia melihat dosa, bagaikan dia mengusir lalat dari hadapannya”. Ini menandakan bahwa bagi mereka dosa itu bagaikan hal yang sepele dan mudah untuk dilupakan dan dia juga merasa bahwa dosa itu tidak ada dampaknya dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti. Inilah perumpamaan binatang lalat, yang sering menjadi simbol dari sebuah kejahatan dan keburukan. 

Kemudian kita kita lihat kupu-kupu, binatang yang satu ini sering diibaratkan dengan sebuah kebaikan, tidak jarang kita menemukan tulisan yang menceritakan tentang kupu-kupu, misalnya puasa seekor kupu-kupu dari awalnya sebagai ulat, kemudian menjadi kepompong, dan akhirnya menjadi seekor kupu-kupu. Hal ini mengagambarkan puasa orang yang berhasil. Yang awalnya sebagai orang yang tidak ada nilainya dihadapan Allah SWT, kemudian dia berpuasa dibulan ramadhan, dan pada akhirnya dia menjadi seorang mukmin yang taat (mukmin yang bertaqwa). 

Dari dua perumpamaan binatang yang dijelaskan diatas, bisa kita lihat dan simpulkan bahwa semua makhluk hidup di dunia ini mempunyai gambaran dan perumpamaan terhadap kejadian-kejadian yang ada di sekeliling kita. Lalat yang notabanenye binatang yang sering di tempat-tempat yang kotar, sering diumpamakan dengan perbuatan-perbuatan yang buruk, begitupun juga dengan kupu-kupu yang biasanya dalam hidupnya tinggal dan hinggap di tempat-tempat yang bersih dan harum, sering diumpamakan dengan sebuah kebaikan. 

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari dua binatang ini, dalam sebuah ungkapan “jadilah seekor kupu-kupu yang selalu menebar kebaikan, jika dia hinggap, pasti ranting yang dia hinggapin tidak akan patah, jika dia terbang, selalu menebar pesona bagi yang melihtanya, warnanya yang warna-warni membuat orang senang dan bahagia”. Ini menggambarkan seorang mukmin yang taat, dimanapun dia hidup, dimanapun dia tinggal selalu memberi manfaat buat orang disekitarnya. 

Wallau ‘alam 
»»  READMORE...