Langsung ke konten utama

Pos

Prof Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan wakil menteri agama (wamenag) RI, Prof Dr Nasaruddin Umar, dikukuhkan sebagai imam besar Masjid Istiqlal, Jakarta. Pengukuhan itu dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (22/1), di Jakarta.
Pos terbaru

"Mobil Ambulance" ALLAH

Ini cerita tentang polosnya dua orang anak kakak beradik
yang kurang lebih berumur sekitar 8 dan 10 tahun.
Mereka berdiskusi tentang ALLAH SWT.
Siapa itu ALLAH SWT,dimana ALLAH SWT dan sebagainya.
Dengan membaca cerita ini kita akan menemukan jawabannya dan membuat air mata tanpa terasa akan menetes,mengharukan.Di sebuah desa yang jaraknya dengan ibu kota sekitar 70 km.Hiduplah seorang keluarga miskin yang terdiri dari 5 orang,suami,istri,ibu dari istri dan dua orang anak laki dan wanita.
Suatu saat,ibu dari kedua anak tersebut mendadak mendapat serangan penyakit.Setelah dibawa ke rumah sakit diketahui
bahwa ibunya menderita satu penyakit yang berbahaya dan menurut keterangan dokter dirumah sakit kepada suaminya
harus segera dilakukan operasi terhadap istrinya.
Setibanya dirumah,suaminya diam tidak lagi berbicara,
kata-kata dokter terasa terus menggema ditelinganya
supaya segera dilakukan operasi  untuk menyelamatkan istrinya.Dia takut istrinya meninggal sementara kedua
anaknya …

PENEMU BUKAN PENCIPTA

Segala apa yang kita ketahui hanyalah sebuah penemuan atas apa yang telah Allah ciptakan di alam semesta. Jadi bukankah ciptaan kita. Kita kemudian hanya mencoba memahami sifat dasar (nature)-nya secara ilmiah dan rasional untuk kemudian kita manfaatkan bagi kehidupan kita. 
Karena itu kadang saya merasa heran terhadap beberapa ilmuwan yang setelah menemukan dan mendalami apa yang diciptakan Allah, kemudian menolak keberadaan Allah seperti yang dilakukan Laplace, setelah mempelajari hukum alam kemudia mengatakan Tuhan hanyalah hipotesa ilmiah yang kini tidak diperlukan lagi.dan mendeklarasi bahwi ilmu yang didapatkannya adalah karya dan ciptaan mereka.
Dan alam mereka bayangkan terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Semoga kita tidak tertular penyakit sekuler mereka dan terhindar dari sijsp sombong mereka!
Oleh: Prof.Dr. Mulyadi Kartanegara

Ilmu pemantasan itu Penting

Terkadang kita sering mengeluh dengan keadaan yang ada..
Misalnya:
kenapa ya rizki yang saya dapatkan berbeda dengan orang lain..?
Kenapa yang saya tidak mendapatkan juara..?
Kenapa ya saya selalu gelisah..?

Jika itu timbul mari kita tanyakan kedalam diri kita...
apakah layak kita medapatkan rizki yang melimpah
apakah kita layak untuk mendapatkan juara..
apakah kita layak untuk selalu bahagia..
dll
.
Jika belum..
mari kita memantaskan diri untuk menyesuikan dengan hasil yang akan kita raih dan impikan..
.
sebagai ilustrasi..
jika kita ingin memiliki air yang banyak..
jangan gayung yang kita sediakan..
minimal kita harus menyediakan / membawa ember atau gentong..
supaya air yang akan kita dapat lebih banyak..
.
begitu juga dengan diri kita..
kalau mau mendapatkan income 1 Miliyaran
berarti kita harus menyipakn mental / mindset untuk posisi 1 milyaran..

Ilmu mengantri lebih baik dari MATEMATIKA

MENGAPA GURU DI NEGARA MAJU LEBIH KHAWATIR JIKA MURIDNYA TIDAK BISA MENGANTRI KETIMBANG TIDAK BISA MATEMATIKA ? INILAH JAWABANNYA :
Seorang guru di Australia pernah berkata :“Kami tidak terlalu khawatir anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
Saya tanya "kenapa begitu?”
Jawabnya : 1. Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri.
2. Karena tidak semua anak kelak menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak jadi penari, atlet, musisi, pelukis, dsb.
3. Karena semua murid sekolah pasti lebih membutuhkan pelajaran Etika Moral dan ilmu berbagi dengan orang lain saat dewasa kelak.


”Apakah pelajaran penting di balik budaya MENGANTRI?” ”Oh banyak sekali.."
1. Anak belajar manajemen waktu jika i…