Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Natal dan ucapan natal

Memont Natal sudah semakin terasa dimana-mana.. kerena dalam hitungan hari, Hari raya ummat Kristiani itu akan tiba....
Bagaimana sikap kita sebagai muslim melihat fenomena ini?? Bolehkah kita mengucapkan salam kepada orang yang non Muslim? Bolehkan kita mengucapakan selamat natal kepadanya?

Subhaanallah; Saya yakin nak, sebentar lagi Allah akan memberikan rezeki

Kisah dibawah ini merupakan kisah nyata yang saya kutip dari FP One Day One Juz, Semoga bisa memberikan pelajaran buat kita semua. aamiin...

SYAIR ABU NAWAS

اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلَى نَّارِ الْجَحِيْمِ 
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ # فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ 

Lalat dan Kupu-kupu

Semua makhluk hidup yang ada di dunia ini merupakan gambaran dari sang pencipta dan semua itu mempunya manfaat buat alam disekitarnya. Jika seorang manusia tidak bisa memberi manfaat buat lingkungan, baik itu lingkungan sekitar berupa binatang dan benda, maka orang itu bisa disebut orang yang tidak ada manafaat dalam kehidupannya dan akan merugi di akhirat kelak. 
Diantara semua makhluk hidup itu, ada yang hidup di air, di darat dan di udara (terbang). Semuanya bisa memberi manfaat buat yang lain. 
Jika kita amati dari semua makhluk hidup yang ada di dunia ini, semuanya akan memberikan gambaran atau perumpamaan-perumpamaan dalam kehidupan kita, misalnya seekor lalat, binatang yang satu ini sering diibaratkan dengan kata kotor dan menjijikkan, tidak sedikit orang yang berhenti makannya jika dia melihat lalat yang sedang mengerumuni sampah dan bangkai. Binatang yang satu ini, jika kita lihat dari sisi penciptaannya ada manfaatnya untuk kita, bisa kita lihat dengan adanya lalat sudah pa…

Karya Kaligrafi Lemka

Begitu senang saya dengan karya-karya kaligrafi, walaupun sampai dengan sekarang saya belum mampu dan belum bisa untuk membuat karya sebagus ini, tapi saya sangat mengagumi dan akan terus belajar supaya bisa sepesti ini.

Sakitnya Sebuah Kematian

Sebuah kisah pada zaman nabi ISA AS, dia pernah menghidupkan orang yang sudah mati ratusan Tahun, pada suatu hari nabi Isa menanyakan tentang rasa kemtian kepada orang tersebut; wahai fulan, bagaimana rasanya kematian itu? Lalu orang itu menjawab; “rasa kematian itu begitu perih wahai nabiyullah, sampai dengan sekarang rasa perih itu masih saya rasakan” nabi Isa lalu bertanya lagi; “memang sudah berapa lama dirimu di dalam kubur?” orang itu menjawab; “saya sudah 400 tahun mengalami kematian ini ya nabiyullah”. 
Dari sepenggal kisah diatas, kita bisa membayangkan begitu perih dan sakitnya sebuah kematian itu, dalam jangka waktu yang begitu lama masih tetap dirasakan. Kita hidup di dunia ini paling lama 70-80 tahun, tapi rasa sakitnya kematian bisa kita rasakan ratusan tahun. Nauzubilah. 
Lalu bagaimana dengan orang yang beriman, apakah tetap sama yang dirasakan saat menghadapi kematian itu? Tentu tidak sama, sebagaimana Firman Allah SWT di dalam A-quran; qul hal yastawillazina ya’lamu…