Pandangan Utuh TGB atau Tuan Guru Bajang tentang Syaikh Albani Ulama Rujukan Wahabi

Bismillahirrahmanirrahim.

Syekh Albani adalah ‘alimun minal ulama. Satu dari sekian banyak ulama dalam Islam. Pendapatnya boleh diambil dan juga boleh ditinggalkan.
Mengkritisi Albani adalah hal yang sangat biasa. Sebagaimana Albani juga sangat sering mengkritisi pandangan para ulama. Bahkan, beberapa ungkapan kasar juga dilayangkan oleh Albani kepada beberapa ulama. Terhadap Syekh Abdullah Shiddiq Al-Ghumari, Albani mengatakan:

هَذَا عَبْدُ اللهِ الْخَبِيثُ

“Ini Abdullah adalah orang keji atau orang jahat.”

Demikian juga terhadap Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Ini tentu tidak sesuai dengan adab yang baik di dalam berdebat.

Bahkan, Imam Bukhari, Imam Ahmad, dan Imam Muslim juga sering dikritik oleh Albani. Nah, itu sebabnya banyak ulama yang tidak setuju terhadap metode, argumen, serta kesimpulan Albani terhadap hadis-hadis Rasulullah. Seperti Musnid ad-Dunya Syekh Yasin bin Isa Al-Fadani, Syekh Abdullah Al-Ghumari, Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah, kemudian Syekh Mamduh Said, dan banyak yang lain.

Bagi saya, Albani adalah seorang ulama yang memang tekun meneliti hadis. Bahits. Dia suka meneliti hadis dari jalur periwayatan dan banyak hal yang lain. Tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

Nah, saya pribadi memilih mengikuti pendapat para ahli hadis di Al-Azhar, seperti guru saya, Syekh Musa Syahin Lasyin. Ketika kami mendiskusikan metode Albani lalu mempelajarinya dengan mendalam, beliau mengatakan:

مَنْهَجُهُ لَا يُعْتَدُّ بِهِ

“Metodenya tidak valid alias bermasalah.”

Al-Azhar memilih untuk mengikuti metode dari para ulama yang sudah muktabar, yang memang diakui oleh seluruh dunia Islam. Seperti Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Hatim, Imam Abu Zur’ah, dan imam-imam yang lain. Insyaallah, mereka semua itu jauh lebih paten ilmunya.

Senin, 31 Agustus 2026

Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi
(Ketua Umum PB NWDI)

Komentar