6 Cara Mendapatkan Cinta Allah SWT Menurut Al-Qur'an dan Nasihat Ulama
Setiap orang tentu berharap mendapatkan **cinta Allah SWT**. Sebab, ketika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan memberikan kepadanya taufik untuk melakukan berbagai macam ketaatan dan kebaikan.
Ketika seseorang dimudahkan untuk melaksanakan salat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, berbakti kepada orang tua, menghadiri majelis ilmu, membantu sesama, dan meninggalkan kemaksiatan, maka hendaknya ia bersyukur. Bisa jadi, semua itu merupakan **taufik dari Allah SWT**.
Lalu, mengapa seseorang bisa mendapatkan taufik dari Allah?
Salah satu sebabnya adalah karena Allah SWT mencintai hamba tersebut.
Pertanyaannya, **bagaimana cara agar kita mendapatkan cinta Allah SWT?**
Para ulama menjelaskan bahwa ada berbagai amalan dan sifat yang dapat menjadi sebab seorang hamba mendapatkan kecintaan Allah. Di antaranya adalah enam hal berikut.
1. داوم التوبة — Selalu Bertaubat kepada Allah SWT
Cara pertama untuk mendapatkan cinta Allah SWT adalah **senantiasa bertaubat kepada-Nya**.
Manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas dari kesalahan. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa dan kekhilafan. Namun, orang yang mulia bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan orang yang ketika melakukan kesalahan segera menyadarinya dan kembali kepada Allah SWT.
Jika seseorang melakukan dosa, jangan sampai dosa tersebut membuatnya semakin jauh dari Allah. Sebaliknya, jadikan dosa sebagai alasan untuk segera kembali kepada-Nya.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang banyak bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."(QS. Al-Baqarah: 222)
Perhatikan kata **التوابين (at-tawwābīn)**, yaitu orang-orang yang banyak bertaubat.
Artinya, jangan pernah bosan untuk bertaubat. Jika seseorang melakukan kesalahan berkali-kali, maka hendaknya ia pun berkali-kali kembali kepada Allah dengan taubat.
Nabi Muhammad SAW juga bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
"Setiap anak Adam pasti banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang banyak melakukan kesalahan adalah mereka yang banyak bertaubat."(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ada ungkapan yang masyhur di kalangan ulama:
التائب حبيب الله
Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah."
Oleh karena itu, jangan pernah merasa bahwa dosa kita terlalu banyak sehingga tidak pantas kembali kepada Allah. Selama masih hidup, pintu taubat masih terbuka.
Jangan menunggu menjadi orang baik untuk bertaubat. Bertaubatlah agar Allah menjadikan kita orang yang lebih baik.
2. الإحسان — Senantiasa Berbuat Baik
Cara kedua mendapatkan cinta Allah SWT adalah **senantiasa berbuat ihsan atau kebaikan**.
Kebaikan bukan hanya berupa ibadah ritual. Ada begitu banyak bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Allah SWT berfirman:
وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan."(QS. Ali 'Imran: 134)
Berbuat baik dapat dilakukan kepada siapa saja, baik kepada orang tua, keluarga, tetangga, teman, maupun kepada orang yang membutuhkan pertolongan.
Di antara bentuk kebaikan yang dapat kita lakukan adalah:
Berbakti kepada kedua orang tua
Berbakti kepada ayah dan ibu merupakan salah satu amal yang sangat mulia. Berbicara dengan lembut, membantu kebutuhan mereka, mendoakan mereka, dan tidak menyakiti hati mereka merupakan bagian dari birrul walidain.
Menjadi orang yang pemurah
Suka membantu orang lain juga merupakan bentuk ihsan.
Tidak selalu harus dengan harta. Kita dapat membantu dengan tenaga, ilmu, waktu, nasihat yang baik, bahkan dengan senyuman dan perkataan yang menyenangkan.
Terkadang kebaikan yang menurut kita kecil ternyata sangat berarti bagi orang lain.
Maka, jangan meremehkan kebaikan sekecil apa pun.
3. الطهارة ظاهراً وباطناً — Menjaga Kesucian Lahir dan Batin
Cara ketiga adalah **menjaga kebersihan dan kesucian, baik secara lahir maupun batin**.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang banyak bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."(QS. Al-Baqarah: 222)
Kesucian lahir dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat tinggal, serta menjaga wudhu dan kesucian ketika beribadah.
Namun, jangan lupa bahwa seorang Muslim juga harus berusaha membersihkan **hati**.
Hati perlu dibersihkan dari sifat sombong, iri, dengki, riya, ujub, dendam, dan berbagai penyakit hati lainnya.
Jadi, kebersihan seorang Muslim bukan hanya terlihat dari pakaian dan tubuhnya, tetapi juga tercermin dari **akhlak dan kebersihan hatinya**.
4. العدل — Berlaku Adil
Cara keempat untuk mendapatkan cinta Allah SWT adalah **berlaku adil**.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."(QS. Al-Ma'idah: 42)
Adil bukan berarti selalu memberikan sesuatu dalam jumlah yang sama kepada semua orang.
Adil berarti **memberikan sesuatu sesuai dengan hak dan porsinya**.
Misalnya dalam sebuah keluarga, orang tua harus memberikan perhatian sesuai dengan kebutuhan anak-anaknya. Dalam pekerjaan, seorang pemimpin harus memberikan tugas sesuai kemampuan bawahannya. Dalam memberikan hak, seseorang harus menempatkan sesuatu secara proporsional.
Terlebih lagi bagi seseorang yang diberikan amanah sebagai pemimpin.
Jika seorang pemimpin mampu berlaku adil, tidak zalim, tidak pilih kasih, dan memberikan hak kepada orang yang berhak, maka keadilan tersebut merupakan amal yang sangat mulia di sisi Allah SWT.
Karena itu, siapa pun kita dan apa pun posisi kita, mari belajar berlaku adil.
Adil kepada pasangan, adil kepada anak, adil kepada bawahan, adil kepada teman, bahkan adil kepada orang yang tidak kita sukai.
---
5. طلب العلم — Senang Mencari Ilmu
Cara kelima adalah **bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu**, khususnya ilmu agama yang dapat membuat kita semakin mengenal Allah SWT.
Ilmu akan membimbing seseorang untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram, serta bagaimana cara beribadah kepada Allah dengan benar.
Semakin seseorang mengenal Allah, semestinya semakin tumbuh rasa cinta, takut, berharap, dan tunduk kepada-Nya.
Karena itu, jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah kita miliki.
Hadirilah majelis ilmu, bacalah Al-Qur'an, pelajari hadis, bertanyalah kepada para ulama dan guru yang terpercaya, serta terus belajar memperbaiki diri.
Mencari ilmu bukan hanya untuk mendapatkan gelar atau pujian manusia.
Tujuan utama mencari ilmu adalah agar kita semakin dekat dan semakin mengenal Allah SWT.
---
6. يحب من يحبه الله — Mencintai Orang yang Dicintai Allah
Cara keenam adalah **mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT**.
Seorang Muslim hendaknya mencintai orang-orang saleh, mencintai para ulama, mencintai orang-orang yang senantiasa berusaha taat kepada Allah, dan merasa senang berada di lingkungan orang-orang yang baik.
Bahkan ketika seseorang masih memiliki banyak kekurangan dan masih sering melakukan dosa, jangan sampai dosa tersebut membuatnya membenci orang-orang saleh.
Sebaliknya, cintailah mereka.
Senanglah berteman dengan orang-orang yang mengingatkan kita kepada Allah. Senanglah berada di majelis orang-orang saleh. Hormatilah para guru dan ulama.
Sebab, lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang.
Ketika kita mencintai orang-orang baik, berusaha dekat dengan mereka, dan menjadikan mereka sebagai teladan, insyaAllah hati kita pun akan terdorong untuk mengikuti kebaikan mereka.
---
Penutup: Berusahalah Menjadi Hamba yang Dicintai Allah
Mendapatkan cinta Allah SWT adalah karunia yang sangat besar. Tidak ada kebahagiaan yang lebih tinggi daripada ketika seorang hamba mendapatkan kecintaan dari Rabb-nya.
Karena itu, mari kita berusaha menjadi hamba yang dicintai Allah dengan memperbanyak taubat, melakukan kebaikan, menjaga kesucian lahir dan batin, berlaku adil, rajin mencari ilmu, dan mencintai orang-orang saleh.
Jangan merasa diri kita terlalu kotor untuk mendekat kepada Allah.
Jangan merasa dosa kita terlalu banyak untuk bertaubat.
Dan jangan merasa diri kita tidak pantas menjadi orang baik.
Selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, selalu ada kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT memberikan kepada kita **taufik dan hidayah**, memudahkan kita dalam melakukan ketaatan, menjauhkan kita dari kemaksiatan, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dicintai-Nya.
*اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَى حُبِّكَ
"Ya Allah, kami memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan cinta terhadap amal yang mendekatkan kami kepada cinta-Mu."*
Wallāhu a'lam bish-shawāb.

Komentar
Posting Komentar