Postingan

Hukum Menisbatkan Nama Suami kepada Nama Istri

Seorang sahabat bertanya bagaimana hukumnya seorang wanita muslimah setelah menikah, lalu menisbatkan namanya dengan nama suaminya, misalkan: Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian ia memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin. Bagaimana hukum Islam mengenai perihal penamaan ini? Jawabannya: Dalam ajaran Islam, Hukum Penamaan adalah hal yang penting. Setiap pria ataupun wanita hanya diperbolehkan menambahkan “NAMA AYAHnya” di belakang nama dirinya dan meng HARAM kan menambahkan nama lelaki lain selain ayahnya di belakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama suaminya. Karena dalam Islam. Nama lelaki di belakang nama seseorang berarti keturunan atau anak dari lelaki itu. Sehingga, tempat tersebut hanya boleh untuk tempat nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua kandungnya. Berbeda dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary Clinton yang nama aslinya Hillary Diane Rodham.  Istrinya Barr...

Posisi hamba dihadapan Allah

Seorang murid bertanya kepada sang guru sufi "Wahai guru, bagaimanakah aku mengetahui kedudukkanku saat ini dihadapan Allah ?" Sang Guru menatap muridnya dengan senyum bijak dan menjawab : Jika engkau mulai sibuk memburu duniawi, berbuat maksiat, menuruti hawa nafsu dan syahwat..itu tandanya Allah sedang menghinamu. Jika engkau sedang berbuat kebaikan dan nikmat beribadah, itu tandanya Allah sedang menolongmu.. Jika engkau sedang sibuk dalam urusan manusia sehingga lupa kepada Allah, itu tandanya Allah sedang berpaling dari dirimu. Jika engkau dijauhkan dari rintangan rintangan menuju kepada Allah, itu tandanya Allah sedang mendidik budi pekerti kehambaanmu. Jika engkau sedang bergairah bermunajat kepadaNYA, itu tandanya Allah sedang mendekatimu... Jika engkau ridha atas ketentuanNYA dan ridha bersamaNYA.. itulah tanda Allah ridha terhadap dirimu ". (Kisah Sufi) Sumber

Memahami isi kandungan Qs al-Ashr

وَالْعَصْرِ )  إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ )  إِلاَّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْاوَعَمِلُواالصَّالِحَاتِ وَتَوَا صَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ)  Artinya:   Demi masa (1)  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2)  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3). (QS: Al-Asar: 1-3)  Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa manusia itu akan rugi jika ia lalai terhadap waktu. ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa bagi manusia yang tidak menghargai waktu untuk hal-hal yang bermanfaat niscaya manusia itu akan rugi.  Ayat ini juga merupakan wahyu kesembilan yang diterima oleh nabi Muhammad SAW. Sedangkan wahyu yang sebelumnya adalah surat Alam Nasyrah.  Imam Syafi’i menilai surat ini sebagai salah satu surat yang paling sempurna petunjuknya, beliau menyatakan; “seandainya ummat Islam memik...